Fakta-fakta Kampung Tenggelam di Lebak Muncul Lagi Imbas Kemarau
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kemarau panjang menyebabkan permukaan air Bendungan Karian di Lebak, Banten, surut sekitar 80 cm dari muka air normal. Akibatnya, bekas permukiman yang ditenggelamkan pada 2023 untuk pembangunan bendungan muncul kembali. Bangunan rumah dan masjid yang tersisa hanya dinding, karena tidak dihancurkan saat penggenangan—hanya tanaman yang dibersihkan. Warga setempat, seperti Odon, datang untuk bernostalgia mengenang tanah kelahiran mereka. Meski air surut, Kepala BBWS C3 Dedi Yudha Lesmana menyatakan tampungan bendungan masih aman untuk irigasi dan air baku, dengan debit suplesi 24 m³/detik ke Daerah Irigasi Ciujung. Fenomena ini dianggap wajar dan tidak mengganggu fungsi bendungan. Kemarau ekstrem diperkirakan berlangsung hingga Agustus, dan pihak terkait terus menjaga ketersediaan air.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 28 Juli 2026 pukul 21.02
Serba-serbi 'Kampung Hilang' saat Bendungan Karian Mengering
Detik.com · 29 Juli 2026 pukul 17.18
Penampakan Lebih Dekat Kampung Hilang di Lebak yang Muncul Saat Kemarau
Berita terkait
Imbas Kemarau, Kampung Tenggelam di Bendungan Karian Lebak Muncul Lagi
CNN Indonesia · 28 Juli 2026 pukul 10.16
Masjid di 'Kampung Tenggelam' yang Muncul Lagi dalam Kondisi Utuh
CNN Indonesia · 29 Juli 2026 pukul 19.24
156 Waduk di Gresik Mengering, Petani Terancam Kesulitan Air untuk Musim Tanam Ketiga
JPNN.com · 14 Agustus 2026 pukul 21.40
BMKG Beri Peringatan Daerah Potensi Kekeringan Parah Agustus 2026
CNN Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 14.16