Farhan Dorong Zakat tak sekadar Bantuan, Dampaknya Harus Terukur
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mendorong agar pengelolaan zakat tidak hanya fokus pada penyaluran bantuan, tetapi juga mampu mengukur dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat. Setiap bantuan yang disalurkan harus memiliki indikator keberhasilan, sehingga dapat diketahui apakah kondisi penerima manfaat benar-benar membaik setelah mendapatkan bantuan. Pendekatan ini dikenal sebagai impact measurement, yang menilai perubahan nyata di samping besarnya dana yang terdisbursikan.
Farhan menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan lembaga keagamaan, organisasi kemasyarakatan, badan amil zakat, hingga jaringan DPRD untuk memperluas jangkauan pemberdayaan. Sebagai contoh, kerja sama Baznas Kota Bandung dengan berbagai pihak seperti Dinas Sosial, Dinas Kependudukan, Tim PKK, dan UIN Sunan Gunung Djati Bandung dilakukan untuk pendistribusian zakat yang lebih tepat sasaran.
Ketua Baznas Kota Bandung Momon Imron melaporkan, dari Januari hingga Juli 2026, dana yang terhimpun mencapai Rp16,347 miliar, dengan 92% berasal dari zakat. Sebanyak Rp15,2 miliar telah didistribusikan melalui lima program utama: pendidikan, kesehatan, ekonomi, kepedulian, dan dakwah. Pada Agustus 2026, bantuan sebesar Rp1,73 miliar diberikan kepada sekitar 470 penerima manfaat. Pemkot Bandung menargetkan penghimpunan zakat mencapai Rp100 miliar per tahun dalam tiga tahun ke depan.
Bagikan
Berita terkait
Empat Lembaga Teken MoU, Ekosistem Zakat dan Koperasi Syariah Diperkuat
JPNN.com · 15 Agustus 2026 pukul 09.47
RSB Jepara Diresmikan, Taj Yasin Dorong Penguatan Layanan Kesehatan dan Zakat
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 23.10
Pekerja Seni Didorong Bangun Budaya Zakat dan Perkuat Kesejahteraan
JPNN.com · 14 Agustus 2026 pukul 21.13
Baznas Kejar Potensi Zakat Jawa Barat Rp30 Triliun, UPZ Jadi Ujung Tombak
JPNN.com · 13 Agustus 2026 pukul 13.01