Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Fenomena Medsos : Ajang Pamer Amal, Bolehkah?

Fenomena media sosial kini tidak hanya menjadi ajang curah hati atau berbagi aib, tetapi juga ajang pamer amal. Meski niat awal mungkin ikhlas karena Allah, namun dilakukan secara masif dan berulang kali dapat mencampur dengan riya dan sum'ah. Riya berarti memperlihatkan amal, sedangkan sum'ah berarti memperdengarkan amal. Kedua hal ini termasuk bentuk syirik kecil karena tujuan amal seharusya hanya karena Allah, bukan untuk mendapat pujian dari orang lain.

Dalam Al-Quran, Allah Ta'ala menekankan pentingnya ketaatan yang murni hanya untuk-Nya. Dalam Surah Az-Zumar ayat 2-3, Allah berfirman bahwa agama yang benar hanya milik-Nya, dan amal yang ditujukan kepada selain-Nya akan sia-sia. Oleh karena itu, penting bagi umat muslim untuk waspada agar amal tidak dicampur dengan niat ribaq atau pamer, sehingga tetap diterima oleh Allah.

Isu ini menjadi sorotan khusus di kalangan umat muslim, yang harus lebih waspada terhadap niat di balik setiap tindakan, terutama yang dipublikasikan di media sosial. Dengan demikian, amal tetap bersih dan diterima, sesuai dengan tuntunan agama.

Berita terkait