Fenomena 'Piramida Cahaya' Misterius Tampak Sebelum Fajar, Ini Cara Mengamatinya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Para pengamat langit kembali disuguhkan fenomena langka berupa pendaran cahaya piramida sebelum fajar, dikenal sebagai Cahaya Zodiak. Fenomena ini tampak sebagai kerucut cahaya lembut yang mengarah ke atas dari garis horison, dan hanya terlihat jelas di lokasi dengan langit yang gelap serta minim polusi cahaya. Cahaya Zodiak tidak berasal dari atmosfer Bumi, melainkan terbentuk dari pantulan sinar Matahari pada jutaan partikel debu mikroskopis yang tersebar di sepanjang bidang ekliptika, jalur edar planet-planet. Sebagian besar debu luar angkasa ini berasal dari remah-remah komet tua dan hantaman asteroid selama miliaran tahun. Karena berada di sepanjang ekliptika, pendaran cahaya ini tampak sejajar dengan rasi-rasi bintang zodiak, menjadi asal-usul penamaannya. Saat mendekati ekuinox, sudut ekliptika terhadap cakrawala terlihat curam, sehingga pendaran debu menjulang tinggi dan membentuk piramida cahaya yang mencolok. Fenomena ini tidak memerlukan alat khusus dan dapat diamati dengan penglihatan mata telanjang. Agustus 2026 menjadi bulan istimewa dengan beberapa peristiwa langit seperti gerhana matahari total pada 12 Agustus, konjungsi Bulan sabit muda dan Venus pada 17 Juli, hingga hujan meteor Eta Aquarid dan Blue Moon.
Bagikan
Berita terkait
Cara Melihat Komet McNaught yang Bersinar 20.000 Kali Lebih Terang
Media Indonesia · 5 September 2026 pukul 09.30
Infografis: Daftar Fenomena Langit September 2026
Liputan6.com · 1 September 2026 pukul 18.15
Daftar Fenomena Langit September, Hujan Meteor Hingga Harvest Moon
CNN Indonesia · 1 September 2026 pukul 13.30
Jadwal Hari Tanpa Bayangan di Indonesia September-Oktober 2026
Detik.com · 31 Agustus 2026 pukul 18.02