Fenomena Suhu 'Bediding' di Pulau Jawa, Dieng Juara Terdingin
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Fenomena suhu dingin yang disebut 'bediding' melanda Pulau Jawa, terutama di malam hingga pagi hari. BMKG menjelaskan penyebabnya adalah penguatan Monsun Australia yang membawa massa udara kering, mengurangi tutupan awan, sehingga panas bumi mudah lepas ke atmosfer. Data BMKG 10 tahun terakhir menunjukkan penurunan suhu mulai Juli dan puncaknya Juli-Agustus. Contohnya, Kabupaten Malang bisa turun di bawah 19,5°C, jauh lebih dingin dari Jakarta. Topografi dataran tinggi turut mengunci hawa dingin, terlihat dari peta LST yang menunjukkan zona suhu rendah di sepanjang pegunungan Jawa. Daerah terdampak parah antara lain Gunung Bromo (3,9°C pada 11 Juni) dan Dieng (0,7°C, hampir beku). Embun di daun bisa membeku menjadi kristal es. Dosen IPB, Dr Givo Alsepan, memperkirakan fenomena ini berlangsung hingga puncak musim kemarau, sekitar akhir Juli hingga Agustus, bahkan hingga awal September di beberapa wilayah. BMKG mengimbau masyarakat menjaga asupan nutrisi, minuman hangat, dan menggunakan pelembap untuk mencegah kulit kering.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 30 Juli 2026 pukul 09.11
Fenomena Suhu Dingin di Jawa Meluas ke Bali hingga NTT, Berpotensi hingga September 2026
Berita terkait
Pakar Ungkap Penyebab Malam Lebih Dingin Saat Kemarau
CNN Indonesia · 24 Juli 2026 pukul 09.30
Usai Gempa 7,7 Magnitudo, BNPB Catat 995 Gempa Susulan Terjadi di NTT: 46 Terasa
kumparan · 16 Agustus 2026 pukul 18.48
995 Gempa Susulan Guncang NTT, Tak Semua Dirasakan Warga
Liputan6.com · 16 Agustus 2026 pukul 18.31
RI Diserang Suhu Panas Mendidih! Beli AC di Transmart Cuman Rp4 Jutaan
CNBC Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 18.15