Jakarta · Jumat, 11 September 2026Cari
WargaKonoha

Film NAZA: Kesaksian Tentara Israel soal Pembunuhan Berbasis AI di Gaza

Film dokumenter baru berjudul NAZA, sutradara oleh Yuval Abraham dan Rachel Szor, memaparkan kesaksian 24 mantan personel militer dan intelijen Israel mengenai penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam operasi pembunuhan massal di Jalur Gaza. Film ini merupakan hasil investigasi selama hampatiga tahun dan menjadi satu-satunya dokumenter yang berkompetisi di Festival Film Venesia 2026. Para saksi muda menggambarkan bagaimana sistem pengawasan massal yang dikelola Israel, termasuk pemantauan seluruh jaringan telekomunikasi Gaza, digabungkan dengan teknologi AI untuk mengidentifikasi dan menyerang target. Menurut sutradara, sistem ini direpresentasikan secara internal dengan istilah 'NAZA', yang merujuk pada jumlah warga sipil yang diperkirakan akan tewas dalam serangan udara tersebut.

Abraham menyatakan bahwa pemerintahan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu diduga melanggar Konvensi Genosida 1948 melalui kebijakan yang disebutnya sebagai upaya pengusiran penduduk Gaza. Film ini juga menyinggung pola dehumanisasi yang mirip dengan Holocaust, meskipun sutradara menegaskan tidak membandingkan secara langsung kedua tragedi tersebut. Produksi film didukung oleh Jonathan Glazer, pembuat film pemenang Oscar The Zone of Interest, serta surat kabar The Guardian.

Lebih dari 200 jurnalis Palestina dilaporkan tewas sejak Oktober 2023, menurut Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ), yang menyebut hal ini sebagai upaya sistematis untuk membungkam pelaporan tentang konflik. Aktris AS Susan Sarandon menyatakan bahwa narasi publik di Barat, termasuk dukungan militer AS terhadap Israel, semakin berubah. Sutradara film ini berharap karya mereka mendorong negara-negara Barat untuk memberlakukan sanksi dan menghentikan dukungan yang memungkinkan sistem ini berkelanjutan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait