Foto: Aktivitas Survei Nasional Kesejahteraan Hewan dalam Kafe di Jepang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Jepang memulai survei nasional pertamanya terkait kafe hewan untuk menilai dampaknya terhadap kesejahterawan hewan, kebersihan, dan kesehatan masyarakat. Survei ini akan mengkaji jumlah fasilitas, jenis hewan yang dipelihara, kondisi tempat peliharaan, dan pola interaksi pengunjung dengan hewan. Kafe hewan, yang menawarkan pengalaman berinteraksi dengan spesies seperti berang-berang, burung hantu, dan marmut, menjadi daya tarik wisata populer di kalangan wisatawan lokal maupun asing.
Para peneliti menemukan adanya kekhawatiran serius terkait praktik perdagangan satwa liar dan kesejahteraan hewan. Dari sekitar 80 kafe hewan terdaftar di Tokyo dan Osaka, sebagian besar juga terlibat dalam penjualan hewan. Studi terhadap 25 kafe mengungkapkan lebih dari 1.700 hewan dipajakan, dengan 27% di antaranya termasuk spesies terancam punah. Selain itu, lebih dari 90% kafe memajakan hewan berpotensi berbahaya, dan empat kafe ditemukan mengandung bakteri E. coli enterohemoragik (EHEC) yang berbahaya bagi kesehatan.
Kementerian Lingkungan Hidup Jepang mengakui belum adanya standar khusus yang mengatur operasional kafe hewan dan penanganan spesies eksotis. Survei ini diharapkan dapat memberikan dasar data untuk merancang regulasi yang lebih komprehensif guna melindungi kesejahteraan hewan dan keselamatan publik.
Bagikan
Berita terkait
Jepang Akhiri Misi Karhutla di Kalbar, Tarik Pulang Pasukan
kumparan · 30 September 2026 pukul 09.43
Jepang Tambah Layanan Pelabuhan Patimban, Perluas Ekspor Kendaraan ke Meksiko
Warta Ekonomi · 29 September 2026 pukul 19.30
China Minta Pemimpin Jepang 'Perbaiki' Sikap terkait Taiwan
Detik.com · 29 September 2026 pukul 16.44
I Made Pajar Ariyana raih medali perak surfing Asian Games
ANTARA News · 29 September 2026 pukul 15.02