FOTO: Habitat Gajah Sumatra Terancam Kebakaran Hutan di Padang Sugihan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sedang mengancam Pusat Konservasi Gajah (PKG) Jalur 21 Padang Sugihan di Sumatera Selatan, sebuah kawasan yang menjadi habitat gajah sumatra. Letaknya di wilayah konservasi membuat kebakaran tidak hanya berisiko besar bagi satwa, tetapi juga berpotensi mempercepat hilangnya lahan hidupnya. Gajah sumatra termasuk spesies terancam punah yang sudah dilindungi di bawah Undang-Undang No. 5 Tahun 1990 tentang Kejahatan Hayati dan Ekosistemnya. Upaya pemadaman sedang dilakukan, namun kondisi cuaca kemarau dan angin kencana berisiko memperparah penyebaran api. Dampak kebakaran juga mencakup emisi karbon, polusi udara, dan gangguan ekosistem lembap tropis yang kaya akan biodiversitas. Pemerintah dan lembaga konservasi diharapkan meningkatkan pengawasan serta pencegahan kebakaran di kawasan sensitif seperti ini. Padahal, sebelumnya, keberadaan PKG ini sudah menjadi simbol upaya pelestarian gajah sumatra yang semakin langka. Jumlah gajah sumatra diperkirakan tersisa kurang dari 2.000 ekor di alam bebas.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 18 September 2026 pukul 09.45
Menhut Jamin 29 Gajah di Padang Sugihan Sumsel Aman dari Karhutla
JPNN.com · 16 September 2026 pukul 21.49
Pemerintah Salurkan Banpres untuk Tangani Karhutla, Menhut Tekankan Transparansi
Warta Ekonomi · 18 September 2026 pukul 07.51
Wakil PM Malaysia Ngeluh ke Gibran Soal Asap Karhutla, Sampai Tawarkan Pesawat & Helikopter!
Liputan6.com · 18 September 2026 pukul 06.32
27 Ribu Hektare Terbakar, 50 Perusahaan Pembakar Hutan Disegel
Berita terkait
BNPB Beber Data Karhutla 6 Provinsi, Sumsel Terparah Capai 531 Hektare
CNN Indonesia · 18 September 2026 pukul 05.55
Karhutla Sumsel Makin Meluas, OKI Catat 459 Kejadian
JPNN.com · 15 September 2026 pukul 19.22
FOTO: Asap Karhutla Ancam Orangutan, 21 Ekor Kena Gejala ISPA
CNN Indonesia · 11 September 2026 pukul 13.30
Geopix: 78,5 Persen Titik Api Karhutla Mengepung Habitat Orang Utan
JPNN.com · 6 September 2026 pukul 23.23