FOTO: Kerusakan Bangunan Gereja Akibat Gempa NTT
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) menyebabkan kerusakan pada bangunan Gereja St. Fransiskus Asisi-Karot di Ruteng, Kabupaten Manggarai. Menurut laporan CNN Indonesia pada Kamis, 20 Agustus 2026, guncangan seismik tersebut berdampak langsung pada struktur gereja bersejarah tersebut. Lokasinya berada di pusat kota Ruteng, yang dikenal sebagai salah satu kawasan rawan gempa di Indonesia. Belum diketahui secara pasti magnitudo gempa dan dampak lainnya, namun kerusakan pada bangunan gereja menjadi bukti dampak langsung dari aktivitas tektonik di wilayah tersebut. Gempa-gempa berulang di NTT sering dikaitkan dengan interaksi lempeng tektonik Indo-Australia dan Eurasia, yang membuat wilayah ini secara geologis sangat sensitif terhadap guncangan seismik. Pemerintah dan lembaga kebencanaan diperkirakan akan melakukan asesmen lebih lanjut terhadap kerusakan ini, termasuk kemungkinan penilaian struktural untuk menilai keamanan bangunan. Warga setempat dan pengunjung gereja diminta untuk menjauhi area yang terancam runtuh hingga kondisi diperiksa oleh ahli.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 19 Agustus 2026 pukul 18.16
Gempa Susulan NTT Tembus 3.002 Kali, Masih Berlanjut hingga September
ANTARA News · 20 Agustus 2026 pukul 11.45
Kemendagri: Data terintegrasi kunci respons cepat tanggap darurat
JawaPos · 20 Agustus 2026 pukul 11.45
Kemenkes Bangun RS Lapangan di Ruteng NTT, Ada Ruang Operasi Darurat untuk Korban Gempa
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 07.58
Gempa Susulan Masih Terjadi di NTT, Kapan Aktivitasnya Mereda?
Berita terkait
Selain Bantuan Kemanusiaan, TNI AD Siap Membantu Pengadaan Air hingga Layanan Medis di NTT
VOI · 19 Agustus 2026 pukul 22.55
Pertamina Peduli Salurkan Bantuan Kepada 1.000 Warga Pascagempa di NTT
JPNN.com · 19 Agustus 2026 pukul 20.22
BNPB Kirim 398 Ton Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa NTT
Liputan6.com · 19 Agustus 2026 pukul 19.29
Karang Taruna Nasional Salurkan Bantuan Korban Gempa NTT
kumparan · 19 Agustus 2026 pukul 18.00