Gempa Susulan NTT Tembus 3.002 Kali, Masih Berlanjut hingga September
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9327405/original/051904200_1787108386-ntt7.jpg)
Gempa susulan di Nusa Tenggara Timur (NTT) masih terus terjadi setelah gempa utama magnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat hingga 19 Agustus 2026 pukul 14.00 WIB, tercatat 3.002 gempa susulan dengan kekuatan antara M1,1 hingga M6,2. Di antaranya, 86 gempa dirasakan masyarakat dan 25 di antaranya memiliki magnitudo 5 atau lebih. Deputi Bidang Geofisika BMKG Dr. Nelly Florida Riama menyatakan bahwa aktivitas gempa susulan diperkirakan akan menurun secara bertahap dalam beberapa minggu ke depan, mencapai tingkat relatif rendah di akhir September 2026. Namun, BMKG menegaskan bahwa perkiraan ini bersifat dinamis dan akan terus diperbarui sesuai data terkini. Proses ini merupakan bagian alami penyesuaian kerak bumi setelah pelepasan energi besar akibat gempa utama. Meski kemungkinan peningkatan aktivitas pada periode tertentu tetap ada, secara keseluruhan pola gempa susulan menunjukkan tren penurunan. Masyarakat di wilayah terdampak disarankan untuk tetap mengikuti informasi resmi dari BMKG.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 21 Agustus 2026 pukul 13.42
4.258 Gempa Susulan Guncang Flores, Potensi Sampai 4 Minggu
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 07.58
Gempa Susulan Masih Terjadi di NTT, Kapan Aktivitasnya Mereda?
JPNN.com · 19 Agustus 2026 pukul 08.52
Data BMKG 19 Agustus 2026, Terjadi 2.768 Gempa Susulan di Flores
SINDOnews · 19 Agustus 2026 pukul 07.22
BMKG Catat 2.768 Kali Gempa Susulan di NTT, Akan Luruh 3-4 Minggu
Berita terkait
Update BMKG 29 Agustus: Sudah 9.278 Gempa Susulan Guncang NTT
kumparan · 29 Agustus 2026 pukul 10.13
BMKG: 6.409 Gempa Susulan Pascagempa M7,7 Flores, 139 Dirasakan
SINDOnews · 24 Agustus 2026 pukul 06.59
1.598 Gempa Susulan Guncang NTT
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 17.55
BMKG Laporkan Sejumlah Gempa Susulan Masih Terjadi di NTT, Terbesar Magnitudo 4,3
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 14.51