Jakarta · Minggu, 30 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

FOTO: Melihat 'Rumah Sakit' Bajaj di Jakarta Pusat

Di tengah proses modernisasi Jakarta, kendaraan bajaj (tuktuk) masih tetap beroperasi dan menjadi bagian dari lalu lintas kota. Banyak bajaj yang masih menggunakan bengkel tradisional untuk perawatan rutin agar dapat terus beroperasi. Meski tekanan dari regulasi dan gaya hidup modern, bajaj tetap menjadi simbol ketahanan transportasi alternatif di Ibu Kota. Pemerintah dan warga setempat masih menemukan cara untuk mengintegrasikan bajaj ke dalam sistem transportasi yang lebih aman dan teratur. Upaya ini mencerminkan dinamika perubahan kota yang berkelanjutan.

Bajaj di Jakarta tidak hanya sebagai kendaraan, tetapi juga sebagai bagian dari identitas budaya dan ekonomi informal kota. Beberapa bajaj telah dimodifikasi atau dilengkapi dengan fitur keselamatan dasar, sementara yang lain tetap menggunakan desain klasik. Pemerawatan di bengkel-bengkel lokal menjadi kunci utama agar bajaj tetap layak pakai dan tidak mengganggu operasionalnya. Komunitas pengguna bajaj juga aktif berbagi informasi terkait perawatan dan regulasi terbaru.

Dengan semakin ketatnya pengawasan terhadap kendarakan roda tiga, masa depan bajaj di Jakarta akan dipengaruhi oleh kebijakan baru. Namun, hingga kini, bajaj tetap menjadi pilihan transportasi yang murah dan fleksibel bagi sebagian warga, terutama di area yang belum terjangkau jaringan transportasi umum yang lebih baik.

Berita terkait