Jakarta · Minggu, 30 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Perbedaan Diet Keto vs Mediterania: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Studi klinis terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Cell Metabolism pada 27 Agustus 2026 membandingkan efektivitas tiga pola makan—ketogenik (keto), Mediterania, dan rendah lemak—pada partisipan dengan obesitas, prediabetes, dan penyakit lemak hati. Semua kelompok berhasil menurunkan berat badan sekitar 10%, namun diet keto menunjukkan hasil terbaik dalam mengurangi lemak hati hingga 67%, jauh melampaui diet Mediterania dan rendah lemak yang masing-masing mencapai 45%. Selain itu, sekitar setengah dari peserta diet keto tidak lagi memenuhi kriteria prediabetes setelah empat hingga lima bulan menjalani pola makan ini. Peneliti utama Samuel Klein dari Washington University School of Medicine menekankan bahwa pengurangan karbohidrat memberikan efek terapeutik signifikan pada metabolisme, di luar dampak penurunan berat badan.

Meskipun diet keto efektif untuk mengatasi kondisi metabolik akut seperti prediabetes dan lemak hati, ia sulit dipertahankan jangka panjang akibat pembatasan karbohidrat ekstrem dan potensi efek samping seperti "keto flu". Sebaliknya, diet Mediterania diakui lebih mudah dipatuhi berkat variasi makanan yang luas, kaya antioksidan dan serat, serta dukungan kuat dari ahli untuk kesehatan jantung jangka panjang. Namun, untuk kasus lemak hati non-alkkohol (NAFLD) yang berat, diet keto mungkin memberikan respons yang lebih cepat.

Pemilihan antara keduanya harus didasarkan pada tujuan kesehatan dan kondisi medis masing-masing. Konsultasi dengan dokter atau ahli gizi disarankan sebelum memulai diet ekstrem, terutama bagi penderita penyakit ginjal, hati, atau penggunaan obat diabetes.

Berita terkait