Fundamental Kuat, BNI Cetak Laba Bersih Rp10,8 Triliun di Semester I 2026
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mencatatkan laba bersih sebesar Rp10,8 triliun pada semester I 2026, didukung oleh pertumbuhan kredit yang sehat, struktur pendanaan kuat, dan kualitas aset yang terjaga. Prestasi ini diraih meski menghadapi tantangan likuiditas industri perbankan, ketidakpastian geopolitik, dan dinamika ekonomi global. Direktur Utama BNI, Putrama Wahju Setyawan, menyatakan bahwa perseroan mengarahkan sumber daya pada sektor dan ekosistem dengan prospek pertumbuhan sehat untuk menjaga produktivitas aset dan meningkatkan relevansi layanan bagi nasabah di setiap segmen.
BNI terus memperkuat fundamental bisnis melalui strategi pertumbuhan berorientasi pada kualitas, penguatan bisnis inti, serta transformasi organisasi dan digital secara berkelanjutan. Langkah ini selaras dengan agenda transformasi BUMN di bawah koordinasi Danantara Indonesia, yang menekankan pada penguatan fundamental perusahaan, tata kelola profesional, dan penciptaan nilai jangka panjang.
Transformasi digital menjadi penggerak utama pertumbuhan BNI. Hingga akhir Juni 2026, aplikasi wondr by BNI digunakan oleh 15,1 juta pengguna dengan volume transaksi naik 110% secara tahunan. Di segmen wholesale, BNIdirect melayani 280 ribu pengguna dengan volume transaksi tumbuh 17% mencapai Rp6.039 triliun.
Bagikan
Berita terkait
Bisnis Seluler Bergairah Lagi, Telkom Raup Laba Rp10,6 Triliun di Semester I 2026
Detik.com · 1 Agustus 2026 pukul 16.00
Bank BJB Kantongi Laba Rp 783 Miliar pada Semester I 2026
Liputan6.com · 30 Juli 2026 pukul 20.45
Bank Raya Bukukan Laba Rp12,01 Miliar di Kuartal II 2026, Bisnis Digital Terus Tumbuh
Liputan6.com · 30 Juli 2026 pukul 17.52
Catat Kinerja Apik, Laba bank bjb naik 58,8% dan Aset Tembus Rp228,2 T
CNBC Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 16.33