Jakarta · Senin, 24 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Gajah hingga Singa, Strategi Branding Parpol Lewat Simbol Hewan Jelang 2029

Beberapa partai politik nonparlemen di Indonesia kini menggunakan simbol hewan sebagai bagian dari strategi branding menjelang Pemilu 2029. PSI mengganti logo mawar dengan gajah, Hanura menggunakan singa, dan Gerakan Rakyat yang tengah menunggu status parpol mengusung harimau. Menurut Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis Agung Baskoro, penggunaan simbol hewan bertujuan memudahkan pemilih mengenali pilihan politiknya di kertas suara tanpa perlu membaca nama caleg secara panjang. Simbol juga berfungsi sebagai komunikasi non-verbal yang lebih cepat ditangkap oleh pemilih yang lebih nyaman disentuh afeksi ketimbang kognisi saat memilih. Setiap hewan dipilih karena asosiasi positif yang melekat, seperti gajah yang melambangkan kebesaran dan perlindungan, sedangkan singa dan harimau mewakili keberanian dan kewibawaan. Strategi ini terinspirasi dari keberhasilan partai besar seperti PDIP yang menggunakan banteng sejak 1999 dan Gerindra yang selalu memakai Garuda sejak didirikan pada 2008. Kedua partai tersebut berhasil membangun identitas kuat yang melekat dalam politik Indonesia bertahun-tahun lamanya. Pengamat politik Adi Prayitno menambahkan bahwa simbol hewan memiliki daya ingat yang kuat di masyarakat Indonesia yang sudah akrab dengan berbagai hewan sekaligus simbol kejayaan dan keperkasaan. Namun, ia menegaskan bahwa simbol saja tidak menentukan kekuatan sebuah partai; kerja politik yang efektif di masyarakat tetap menjadi faktor utama.

Berita terkait