Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Gas Melon Langka Cekik UMKM, Partai Perindo Usulkan Keterlibatan Koperasi Desa Jadi Penyalur Resmi

Kelangkaan elpiji tiga kilogram melanda sejumlah daerah Indonesia, termasuk Solo, Purworejo, Samarinda, Hulu Sungai Tengah (Kalimantan Selatan), dan Kota Parepare (Sulawesi Selatan) sepanjang pekan pertama Agustus 2026. Harga eceran meroket hingga Rp35.000 per tabung di beberapa wilayah, jauh di atas harga resmi bersubsidi. Kelangkaan ini membebani pelaku UMKM karena biaya operasional meningkat drastis. Warga di Parepare juga dilaporkan melakukan panic buying akibat keterbatasan stok.

Menanggapi krisis tersebut, Kepala Unit Rumah Kerja DPP Partai Perindo, Agus Taufiq, menilai sistem distribusi terbuka elpiji bersubsidi masih sangat rapuh. Perindo mengusulkan penerapan sistem digital di pangkalan gas agar data pembeli bisa dicocokkan untuk memastikan hanya warga berhak yang menerima subsidi. Agus juga mendesak evaluasi menyeluruh terhadap data kuota dan perombakan jalur penyaluran guna melindungi masyarakat kelas bawah.

Berita terkait