Gas Melon Langka Cekik UMKM, Partai Perindo Usulkan Keterlibatan Koperasi Desa Jadi Penyalur Resmi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kelangkaan elpiji tiga kilogram melanda sejumlah daerah Indonesia, termasuk Solo, Purworejo, Samarinda, Hulu Sungai Tengah (Kalimantan Selatan), dan Kota Parepare (Sulawesi Selatan) sepanjang pekan pertama Agustus 2026. Harga eceran meroket hingga Rp35.000 per tabung di beberapa wilayah, jauh di atas harga resmi bersubsidi. Kelangkaan ini membebani pelaku UMKM karena biaya operasional meningkat drastis. Warga di Parepare juga dilaporkan melakukan panic buying akibat keterbatasan stok.
Menanggapi krisis tersebut, Kepala Unit Rumah Kerja DPP Partai Perindo, Agus Taufiq, menilai sistem distribusi terbuka elpiji bersubsidi masih sangat rapuh. Perindo mengusulkan penerapan sistem digital di pangkalan gas agar data pembeli bisa dicocokkan untuk memastikan hanya warga berhak yang menerima subsidi. Agus juga mendesak evaluasi menyeluruh terhadap data kuota dan perombakan jalur penyaluran guna melindungi masyarakat kelas bawah.
Bagikan
Berita terkait
Wujudkan Kesejahteraan di HUT ke-81 RI, Partai Perindo Konsisten Perkuat Ekonomi Kerakyatan
SINDOnews · 17 Agustus 2026 pukul 12.52
Partai Perindo Desak Audit QRIS Fiktif, Lindungi UMKM dari Sindikat Judi Online
SINDOnews · 5 Agustus 2026 pukul 12.44
Apresiasi Kerja Nyata, Angela Tanoesoedibjo Beri Penghargaan kepada 14 Legislator Perindo
SINDOnews · 30 Juli 2026 pukul 12.42
Menteri Maman Ajak Legislator Perindo Ikut Dorong Pemda Lebih Serius Berdayakan UMKM
SINDOnews · 29 Juli 2026 pukul 17.45