Gaya Komunikasi 'Populis' Presiden Prabowo Menuai Ketidakpuasan Publik
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
Presiden Prabowo Subianto memberikan pidato dalam acara peringatan Hari Lahir ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta pada 23 Juli. Di awal, ia mengomentari naskah pidatonya, bertanya apakah harus dibacakan, dan mengatakan bahwa ia bisa tidur di podium karena pidato yang sudah disiapkan. Prabowo juga bercanda bahwa penasihatnya sering mengingatkannya agar tidak keluar dari naskah dan menghindari kata-kata yang keliru, sambil menyatakan bahwa hari itu ia sopan.
Selanjutnya, dalam pidatonya, Prabowo menuduh sebagian warga Indonesia sebagai 'londo ireng', istilah dari masa penjajahan Belanda untuk merujuk pada mereka yang mengabdi kepada bangsa lain. Ia secara spesifik menyebutkan bahwa kelompok ini termasuk wartawan, jurnalis, pengamat, dan LSM.
Artikel ini menggambarkan gaya komunikasi Prabowo yang dianggap populis, yang menuai ketidakpuasan publik, meskipun detail ketidakpuasan tidak dijelaskan secara mendalam dalam konten yang diberikan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 6 Agustus 2026 pukul 21.15
Prabowo Siap Renovasi Gedung Rusak dan Bangun Sekolah Unggulan
Liputan6.com · 6 Agustus 2026 pukul 21.06
Prabowo Sedih Indonesia Tak Lolos Piala Dunia: Masa Cape Verde Masuk
Liputan6.com · 6 Agustus 2026 pukul 19.24
Prabowo: Fakta Menyakitkan Pendidikan Indonesia di Bawah Thailand dan Vietnam
CNBC Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 18.45
Prabowo Tak Risau Skor PISA RI Kalah dari Singapura, Ungkap Fakta Ini
Berita terkait
Prabowo Diam-diam Sakit? Setahun Batuk-Batuk Terus Saat Pidato
Warta Ekonomi · 15 Agustus 2026 pukul 03.00
Di Balik Gesture Jokowi ke Prabowo: Ada Isu Suplai dari Hambalang Tak Dirasakan Solo
Warta Ekonomi · 15 Agustus 2026 pukul 02.00
Prabowo: BUMN Bukan Milik Direksi-Komisaris, Bukan Sumber Dana Penguasa!
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 11.06
Ketua DPD Apresiasi Transformasi Ekonomi Prabowo: Bak Cabut Duri Dalam Daging
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 10.04