Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Gaya Komunikasi 'Populis' Presiden Prabowo Menuai Ketidakpuasan Publik

Presiden Prabowo Subianto memberikan pidato dalam acara peringatan Hari Lahir ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta pada 23 Juli. Di awal, ia mengomentari naskah pidatonya, bertanya apakah harus dibacakan, dan mengatakan bahwa ia bisa tidur di podium karena pidato yang sudah disiapkan. Prabowo juga bercanda bahwa penasihatnya sering mengingatkannya agar tidak keluar dari naskah dan menghindari kata-kata yang keliru, sambil menyatakan bahwa hari itu ia sopan.

Selanjutnya, dalam pidatonya, Prabowo menuduh sebagian warga Indonesia sebagai 'londo ireng', istilah dari masa penjajahan Belanda untuk merujuk pada mereka yang mengabdi kepada bangsa lain. Ia secara spesifik menyebutkan bahwa kelompok ini termasuk wartawan, jurnalis, pengamat, dan LSM.

Artikel ini menggambarkan gaya komunikasi Prabowo yang dianggap populis, yang menuai ketidakpuasan publik, meskipun detail ketidakpuasan tidak dijelaskan secara mendalam dalam konten yang diberikan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait