Geger! Trump Kabur dari Turki Pakai Pesawat Rahasia, Diincar Iran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden AS Donald Trump dilaporkan meninggalkan Turki secara diam-diam setelah KTT NATO di Ankara menggunakan pesawat militer rahasia C-32A, bukan Air Force One yang sempat ditunjukkan ke publik. Operasi pengalihan ini dilakukan karena adanya ancaman pembunuhan dari Iran. The Washington Post dan The New York Times melaporkan Trump awalnya naik Air Force One lama di hadapan kamera, lalu dipindahkan lewat truk katering menuju C-32A tanpa diketahui mayoritas staf Gedung Putih maupun rombongan wartawan. Pesawat C-32A tiba di Pangkalan Udara RAF Mildenhall, Inggris, beberapa menit sebelum Air Force One yang membawa media.
Sebelum berangkat dari Turki, Trump sempat mengumumkan akan terbang dengan pesawat Boeing 747 hibah Qatar yang baru selesai direnovasi, namun tiba-tiba memilih Air Force One lama dengan alasan "mengenang masa lalu". Wartawan di pesawat diminta menutup tirai jendela kabin. Gedung Putih membenarkan adanya ancaman terhadap Trump, dengan Direktur Komunikasi Steve Cheung menyatakan banyak pihak mengincarnya. Pesawat hibah Qatar saat ini sedang disiapkan sebagai pengganti sementara Air Force One di tengah keterlambatan Boeing menyerahkan pesawat generasi baru.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 11 Agustus 2026 pukul 17.33
Trump Diam-Diam Pindah Pesawat di Turki, Takut Dirudal Iran?
SINDOnews · 11 Agustus 2026 pukul 12.05
Trump Gunakan Penerbangan Rahasia Tinggalkan Turki saat Diancam Iran
SINDOnews · 10 Agustus 2026 pukul 07.58
Pakta Pertahanan Turki-Pakistan-Arab Saudi Setara dengan Pasal 5 NATO
Berita terkait
Turki Tuding Mossad Merekayasa Plot Iran untuk Membunuh Trump
SINDOnews · 15 Agustus 2026 pukul 16.20
Trump Diancam Dibunuh, Diam-Diam Kabur dari Turki Naik Truk Katering
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 17.35
Turki Ungkap Pakta Pertahanan Baru dengan Arab Saudi dan Pakistan Sejalan dengan Komitmen NATO
SINDOnews · 8 Agustus 2026 pukul 07.07
Turki Pilih Mendekat ke AS Dibandingkan Rusia
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 21.40