Turki Tak Bisa Melepaskan Diri dari AS dan NATO, Ini 3 Alasannya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Penasihat Utama Kebijakan Luar Negeri Presiden Turki, Akif Cagatay Kilic, menegaskan bahwa hubungan antara Turki dan Amerika Serikat melampaui sekadar kerja sama militer. Dalam diskusi panel di New York saat Sidang Majelis Umum PBB, Kilic menekankan bahwa NATO tetap menjadi pilar utama dalam hubungan bilateral kedua negara tersebut.
Kilic menyoroti bahwa posisi geografis Turki memberikan keuntungan strategis yang signifikan. Meskipun lanskap regional telah berubah drastis sejak tahun 1950-an dan 1960-an, keterikatan Turki dengan AS dan NATO tetap krusial bagi stabilitas dan keamanan nasionalnya di tengah perubahan dinamika kawasan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 22 September 2026 pukul 08.05
Berhasil Pegang 'Keamanan' Wilayah Ini, AS Mau Buka 2 Pangkalan Baru
Berita terkait
Korupsi Negeri Kaya Minyak Bikin Gerah, AS-Jerman Mau Turun Tangan
CNBC Indonesia · 16 September 2026 pukul 19.41
4 Dosa NATO kepada Rusia Versi Putin, Masalah Sistemik hingga Terlalu Ekspansif
SINDOnews · 12 September 2026 pukul 14.33
Jelang Pertemuan Trump-Xi Jinping, China Mainkan Lagi Kartu Mati AS
CNBC Indonesia · 4 September 2026 pukul 21.30
Putin Kasih Sinyal Damai, Bos NATO Sebut Rusia Makin Brutal
CNBC Indonesia · 4 September 2026 pukul 08.05