Gempa Flores Picu Indikasi Likuifaksi, Begini Penjelasan Badan Geologi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gempa bumi magnitudo 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu (15/8/2026) memicu indikasi likuifaksi di wilayah Waekokak. Badan Geologi Kementerian ESDM memastikan adanya mata air dan lumpur yang bersemburan setelah gempa. Kepala Badan Geologi Lana Saria menjelaskan likuifaksi berupa semburan air berpasir atau lumpur, yang dapat menyebabkan kerusakan tanah dan pondasi relatif rendah hingga sedang. Namun, kondisi ini berbeda dengan likuifaksi di Palu yang lebih ekstrem dan dapat mengalir jauh. Pihak Badan Geologi masih melakukan identifikasi lapangan untuk memastikan apakah fenomena ini benar-benar likuifaksi. Gempa tersebut dipicu oleh aktivitas Sesar Naik Busur Belakang Flores.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 13.09
Gempa Susulan di Flores, Warga Manggarai Barat NTT Pilih Tetap Mengungsi
JawaPos · 16 Agustus 2026 pukul 19.30
Pasokan Listrik Utama di Flores Kembali Normal, PLN Fokus Pulihkan Distribusi ke Masyarakat
CNBC Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 18.32
Pasokan Listrik Utama di Flores Normal, PLN Fokus Pulihkan Jaringan
Warta Ekonomi · 16 Agustus 2026 pukul 16.33
NTT Tetapkan Status Tanggap Darurat Gempa, Ini Agenda Penanganan hingga 28 Agustus
Berita terkait
Gempa 7,7 Magnitudo Guncang Flores, Badan Geologi Ungkap Indikasi Likuifaksi di Waekokak
JPNN.com · 16 Agustus 2026 pukul 20.30
Jumlah Korban Jiwa Gempa Flores Bertambah jadi 47 Orang
Warta Ekonomi · 16 Agustus 2026 pukul 10.39
Gempa M7,7 Flores Picu 235 Gempa Susulan, BMKG: Butuh 3 Minggu untuk Stabil
VOI · 16 Agustus 2026 pukul 07.15
Guru Besar ITB Ingatkan Potensi Gempa Flores 1992 Terulang di NTT
JPNN.com · 16 Agustus 2026 pukul 07.01