Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Gempa Flores Picu Indikasi Likuifaksi, Begini Penjelasan Badan Geologi

Gempa bumi magnitudo 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu (15/8/2026) memicu indikasi likuifaksi di wilayah Waekokak. Badan Geologi Kementerian ESDM memastikan adanya mata air dan lumpur yang bersemburan setelah gempa. Kepala Badan Geologi Lana Saria menjelaskan likuifaksi berupa semburan air berpasir atau lumpur, yang dapat menyebabkan kerusakan tanah dan pondasi relatif rendah hingga sedang. Namun, kondisi ini berbeda dengan likuifaksi di Palu yang lebih ekstrem dan dapat mengalir jauh. Pihak Badan Geologi masih melakukan identifikasi lapangan untuk memastikan apakah fenomena ini benar-benar likuifaksi. Gempa tersebut dipicu oleh aktivitas Sesar Naik Busur Belakang Flores.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait