Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Gempa Kolombia M 7,4 dan Ancaman yang Juga Mengintai Indonesia

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang wilayah barat Kolombia pada Senin, 10 Agustus 2026, dengan pusat gempa di San José del Palmar, Provinsi Chocó. Gempa ini menyebabkan setidaknya 132 orang tewas dan kerusakan pada sejumlah bangunan. Menurut Daryono dari Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), gempa tersebut merupakan gempa intraslab yang terjadi pada kedalaman sekitar 110,3 kilometer, di mana Lempeng Samudra Nazca sedang menunjam di bawah Lempeng Benua Amerika Selatan. Berbeda dengan gempa pada zona megathrust, gempa ini bersumber dari dalam tubuh lempeng itu sendiri. Karena kedalaman menengah dan sifat lempeng yang kaku, energi seismik dapat merambat efisien hingga ke permukaan, sehingga guncaran masih terasa kuat di wilayah jauh. Akibatnya, bangunan yang tidak tahan gempa dapatmengalami keruntuhan progresif, falling debris, hingga kebakaran akibat kerusakan jaringan energi. Kolombia memiliki sejarah gempa besar, termasuk Gempa Kolombia-Ekuador Mw 8,8 pada 1906 yang menyebabkan tsunami dan 1.500 korban jiwa. Pengalaman Kolombia dianggap pelajaran penting bagi Indonesia, yang juga berada di lingkungan tektonik aktif. Ancaman gempa di Indonesia tidak hanya berasal dari zona megathrust, tetapi juga dari gempa intraslab kedalaman menengah yang dapat memancarkan guncaran luas. Oleh karena itu, mitigasi harus mencakup pemetaan sumber gempa, audit penerapan building code, dan peningkatan kesiapsiagaan masyarakat terhadap dampak sekunder seperti runtuh bangunan dan kebakaran.

Berita terkait