Jakarta · Selasa, 29 September 2026Cari
WargaKonoha

Sistem Peringatan Dini dan Mitigasi Jadi Kunci Menekan Risiko Bencana Longsor

Di tengah ancaman gerakan tanah tinggi yang menyentuh 12 provinsi di Indonesia, para ahli menekankan pentingnya sistem peringatan dini (EWS) yang akurat untuk menurunkan risiko bencana longsor. Sistem ini perlu didukung oleh tata ruang yang tepat dan kesiapsiagaan masyarakat, karena pemantauan cuaca saja tidak cukup efektif. Badan Geologi mencatat 12 wilayah masuk kategori potensi gerakan tanah tinggi, termasuk Aceh, Bengkulu, Sumatera Utara, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, Papua Barat Daya, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan. Pemerintah daerah di wilayah tersebut didorong meningkatkan upaya mitigasi, terutama menjelang peralihan musim. Guru Besar Teknik Geologi UGM Wahyu Wilopo menjelaskan bahwa kerentanan longsor dipengaruhi kuatnya oleh faktor topografi seperti daerah pegunungan di Pulau Jawa dan Sumatra, serta kondisi lereng sebelum suatu pemicu terjadi. Dalam penerapan EWS gerakan tanah, parameter kunci yang harus dipantau adalah curah hujan dan deformasi lereng. Namun, ambang batas peringatan tidak boleh disamakan antar wilayah karena perbedaan karakteristik geologi dan lingkungan yang ada.

Berita terkait