Gempa NTT, Waka DPD Yorrys Minta Evakuasi dan Bantuan Dipercepat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gempa bumi berpotensi 7,7 SR di Kabupaten Nagebo, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu (15/8/2026) dini hari, menyebabkan 38 orang tewas dan puluhan luka. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan ratusan hingga ribuan warga mengungsi akibat gempa yang berdampak signifikan. Wakil Ketua DPD RI Yorrys Raweyai menyampaikan duka mendalam dan meminta evakuasi serta bantuan darurat segera dilaksanakan. Ia menekankan pentingnya koordinasi pemerintah pusat dan daerah agar bantuan sampai tepat sasaran dan cepat. Pemerintah diminta memastikan kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, dan tempat tinggal layak dikelola, khususnya untuk kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas. Informasi akurat juga diperlukan agar masyarakat tidak tertular informasi tidak benar. DPD RI akan terus memantau situasi melalui kantor perwakilan dan anggota dari Daerah Pemilihan NTT, serta menegaskan pentingnya dukungan jangka panjang hingga fase rekonstruksi selesai.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 10.46
Tidak Ada Gangguan Layanan Navigasi di Bandara NTT Pascagempa
VOI · 16 Agustus 2026 pukul 19.00
Gempa NTT, BNPB Aktifkan Posko dan Fokus Evakuasi Korban yang Terjebak
kumparan · 16 Agustus 2026 pukul 18.50
Kisah Ahmad, Bawa Keluarga Lari ke Bukit saat Air Laut Surut Usai Gempa 7,7 M
kumparan · 16 Agustus 2026 pukul 10.39
Basarnas: Korban Meninggal Gempa NTT Bertambah Jadi 51 Orang
Berita terkait
Pemprov DKI Himpun Bantuan Rp5,8 Miliar untuk Korban Gempa NTT
CNN Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 11.26
Pukul 04.00, Seskab Teddy & Mensos Lepas 5 Pesawat Bawa 65 Ton Bantuan ke NTT
kumparan · 19 Agustus 2026 pukul 10.30
Basarnas Evakuasi 7 Korban Luka Berat Gempa NTT dengan Helikopter
VOI · 18 Agustus 2026 pukul 16.05
Legislator Asal NTT Cerita Dampak Gempa: Warga Masih Trauma
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 08.43