Gempa Susulan Berpotensi Picu Longsor, Kementerian PU Pantau Jalan di NTT 24 Jam
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gempa susulan di NTT berpotensi memicu longsoro mengganggu jalan dan jembatan. Kementerian PU menyiagakan tim 24 jam untuk pemantauan dan penanganan infrastruktur. Penanganan telah dilakukan di lima titik: retakan jalan Wulowaru km 51+700, ruas Danga-Nila-Marapokot STA 5+050, plat deukeur STA 7+225, debris longsor Aegela-Batas Ende STA 4+300, serta jembatan Wae Dampek Manggarai Timur. Pekerjaan penimbunan menggunakan urpil dan cerucuk selesai pada 22 Agustus 2026. Menteri PU Dody Hanggodo menekankan pentingnya menjaga konektivitas masyarakat agar tidak terisolasi dan mobilitas bantuan tetap berjalan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 15.54
DPR RI Dorong Pemberian Insentif untuk Nakes yang Bertugas di NTT
Media Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 09.26
Warga Korban Gempa Ende Minta Pemerintah Segera Perbaiki Akses Jalan
CNN Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 08.06
Menteri Dody Gandeng BRIN Ubah Air Laut Jadi Tawar di NTT Usai Gempa
Detik.com · 24 Agustus 2026 pukul 19.05
Waskita Karya Salurkan Ribuan Bantuan ke Warga Terdampak Gempa NTT
Berita terkait
Kementerian PU Kerahkan Alat Berat Tangani Longsor akibat Gempa NTT
Liputan6.com · 15 Agustus 2026 pukul 21.15
94 Titik Jalan dan Jembatan di Flores Rusak akibat Gempa NTT
VOI · 24 Agustus 2026 pukul 16.00
Menteri PU Kebut Pemulihan Infrastruktur Pascabencana di Sumatera hingga NTT
SINDOnews · 22 Agustus 2026 pukul 20.36
Pemerintah prioritaskan pemulihan infrastruktur pascagempa NTT
ANTARA News · 19 Agustus 2026 pukul 14.57