Jakarta · Kamis, 20 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Gempa Susulan Masih Terjadi di NTT, Kapan Aktivitasnya Mereda?

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa hingga 19 Agustus 2026 pukul 17.00 WIB, telah tercatat 3.055 kali gempa susulan di Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan gempa terbesar berkekuatan Magnitudo (M) 6,2 dan terkecil M 1,1. Gempa susulan ini masih diprediksi akan berlanjut hingga akhir September 2026, meskipun secara umum tingkat aktivitasnya diperkirakan akan menurun dalam waktu 21 hingga 30 hari ke depan. Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, menyatakan bahwa penurunan aktivitas gempa ini wajar mengingat gempa induk yang berkekuatan besar (M 7,7) membutuhkan waktu 3 hingga 4 minggu untuk mereda secara signifikan.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa potensi terjadinya gempa dengan kekuatan lebih besar di NTT membutuhkan waktu puluhan tahun untuk mengumpulkan energi sesar naik di busur belakang Flores. Meskipun risiko gempa besar tetap ada di masa depan, ia menegaskan bahwa hal tersebut tidak akan terjadi dalam waktu dekat.

Hingga kini, korban tewas akibat gempa di NTT mencapai 73 orang, dengan total korban luka (baik berat maupun ringan) sebanyak 931 orang. Distribusi korban tersebar di tujuh kabupaten di wilayah Flores, dengan Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur menyumbang korban jiwa terbanyak secara berturut-turut.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait