Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Generasi Tidak Lahiran dari Nasihat

Artikel ini menyoroti bahwa pembentukan karakter tidak cukup hanya melalui nasihat atau pengetahuan, melainkan membutuhkan latihan dan pengulangan perilaku. Berdasarkan perspektif neurosains, perilaku manusia dibentuk oleh kebiasaan yang dilakukan berulang kali dalam konteks tertentu, sehingga tindakan positif menjadi otomatis. Jarak antara mengetahui hal yang benar dan melakukannya hanya dapat dijembatani melalui praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Penulis menekankan pentingnya menciptakan lingkungan yang mendukung perilaku yang diinginkan, seperti budaya antre, kebersihan, dan kolaborasi, daripada sekadar memberikan instruksi verbal. Fenomena sosial seperti 'flexing' dan rendahnya kemampuan kerja sama dianggap sebagai hasil dari lingkungan yang lebih menghargai kompetisi individual dan pengakuan visual dibandingkan proses serta kontribusi nyata. Untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045, diperlukan ruang latihan nyata bagi generasi muda melalui teladan orang dewasa dan sistem penghargaan yang tepat.

Berita terkait