Jakarta · Rabu, 19 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Debu Hitam Masuk Rumah Warga Pulau Sebesi

Debu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) menyelimuti permukiman warga Pulau Sebesi, Kabupaten Lampung Selatan, setelah material erupsi terbawa angin. Pulau Sebesi merupakan daratan berpenghuni terdekat dari gunung tersebut, berjarak sekitar 20 kilometer. Debu berwarna hitam menempel di halaman, lantai keramik, dan bagian luar rumah warga. Paparan abu mulai terasa lebih banyak pada Senin, 17 Agustus 2026 sore. Menurut Sekretaris Desa Pulau Sebesi, Riko Iswanto, abu sudah terbawa angin ke pulau itu sekitar tiga hingga lima hari terakhir.

Warga seperti Candra mengaku harus menyapu halaman berulang kali karena debu hitam kembali menempel. Dalam waktu sekitar satu jam, ia sudah dua kali menyapu. Arah angin selatan menjadi faktor utama yang membawa sebaran abu ke permukiman. Hingga saat ini, kondisi tersebut belum menimbulkan gangguan pernapasan. Namun, warga khawatir jika paparan meningkat, terutama bagi anak-anak, balita, dan orang yang sedang sakit. Aktivitas warga masih berjalan seperti biasa tanpa kepanikan, meski kenyamanan terganggu, termasuk saat berkendara sepeda motor dan di dalam rumah karena debu mulai masuk ke tempat tinggal.

Kepala Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau, Andi Suwardi, menjelaskan sebaran abu sangat dipengaruhi arah dan kecepatan angin. Ia meminta masyarakat memakai masker dan mengurangi aktivitas di luar rumah jika abu semakin banyak, khususnya anak-anak dan warga dengan kondisi kesehatan tertentu. Saat ini GAK masih berstatus Level III atau Siaga. Masyarakat diminta tidak panik, tetap waspada, dan mengikuti informasi resmi serta rekomendasi PVMBG.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait