Gunung Anak Krakatau Erupsi, Mbah Rono Ungkap Hal Tak Terduga
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Erupsi Gunung Anak Krakatau baru-baru ini mempengaruhi aktivitas penerbangan di beberapa bandara akibat sebaran abu vulkanik yang terbawa angin. Di antaranya, Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Raden Inten terdampak gangguan operasional. Menurut pakar gunung api Surono (Mbah Rono), erupsi ini merupakan proses alami gunung untuk kembali membentuk tubuhnya setelah longsor besar pada 2018. Anak Krakatau perlu sering mengalami erupsi untuk mengeluarkan material baru yang menumpuk di sekitar tubuh gunung, sehingga perlahan tumbuh kembali. Mbah Rono menjelaskan bahwa tingkat bahaya erupsi lebih signifikan karena lokasinya dekat dengan objek vital strategis. Ia memperkirakan Bandara Soekarno-Hatta berpotensi kembali terdampak sebaran abu vulkanik di masa depan. Namun, dampaknya bukan dari lontaran material erupsi langsung, melainkan abu halus yang tersebar mengikuti arah angin. Longsor masih menjadi bahaya paling mungkin, namun tidak dalam waktu dekat karena Anak Krakatau masih dalam proses pemulihan tubuh yang utuh.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 6 September 2026 pukul 22.10
Abu Vulkanik Anak Krakatau, Tenang Bukan Berarti Lengah
Liputan6.com · 6 September 2026 pukul 12.42
Cegah Abu Vulkanik, Mesin Pesawat di Bandara Soekarno-Hatta Dipasang Penutup
Detik.com · 6 September 2026 pukul 07.49
22 Ribu Penumpang Terdampak, Ini Rincian Status Penerbangan Bandara Soetta
Detik.com · 7 September 2026 pukul 13.09
Bandara Soetta Tutup, Penerbangan Internasional Dialihkan ke Kertajati-Surabaya
Berita terkait
Gagal Terbang Imbas Abu Vulkanik, Nanik Naik KA ke Surabaya demi Menuju Sultra
Detik.com · 7 September 2026 pukul 13.07
Timeline Anak Krakatau Berstatus Siaga Juli 2026 hingga Abu Vulkanik Menyebar
Detik.com · 7 September 2026 pukul 12.38
AP: Penerbangan rute Jakarta Bandara SIM masih terdampakerupsi GAK
ANTARA News · 7 September 2026 pukul 11.43
AP: Penerbangan rute Jakarta Bandara SIM masih terdampak erupsi GAK
ANTARA News · 7 September 2026 pukul 11.43