Gunungkidul Endemik Antraks, drh. Mirjawal Ingatkan Bahaya Tradisi Brandu
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kabupaten Gunungkidul, DIY, kembali mencatat kasus antraks yang menyerang empat warga. Meski seluruh pasien telah dinyatakan sembuh, drh. Mirjawal menekankan bahwa wilayah tersebut merupakan daerah endemik yang memerlukan sistem pencegahan konsisten, bukan sekadar penanganan saat kasus muncul.
Mirjawal mengimbau masyarakat menghentikan tradisi brandu, yaitu praktik menjual atau membagikan daging ternak yang mati mendadak, karena berisiko tinggi menularkan penyakit zoonosis ini ke manusia. Ia mendorong penguatan surveilans, vaksinasi, serta pengawasan ketat lalu lintas ternak melalui pendekatan One Health yang mengintegrasikan kesehatan hewan, manusia, dan lingkungan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 4 Oktober 2026 pukul 20.32
Kementan perkuat pengendalian penyakit hewan usai temuan kasus antraks
kumparan · 3 Oktober 2026 pukul 07.00
Makan Kambing yang Mati karena Sakit, 4 Warga Gunungkidul Positif Antraks
Berita terkait
Kasus Antraks Kembali Ditemukan, Penanganan Terpadu Langsung
JPNN.com · 4 Oktober 2026 pukul 22.00
Asal Mula 4 Kasus Antraks di Gunungkidul, Bermula dari Tradisi Brandu Ternak Sakit
JPNN.com · 2 Oktober 2026 pukul 17.30
4 Warga Gunungkidul Positif Antraks Buntut Makan Daging Kambing Sakit
CNN Indonesia · 2 Oktober 2026 pukul 16.40
Nekat Makan Bangkai Kambing, 4 Warga Gunungkidul Positif Antraks
Detik.com · 2 Oktober 2026 pukul 09.50