Gurun Sahara dan Laut Tethys: Kisah Perubahan Afrika Utara Jutaan Tahun Lalu
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Para ilmuwan berhasil merekonstruksi sejarah perubahan iklim dan landskap di wilayah Sahara berdasarkan data geologi dan fosil. Sekitar 200 juta tahun lalu, laut raksasa Tethys terbentuk di antara benua Afrika dan Eurasia. Seiring Afrika dan Eurasia saling mendekat, Tethys menyusut perlahan. Sekitar 5,5 juta tahun lalu, laut ini terpecah dan membentuk Laut Mediterania, Laut Kaspia, dan Laut Hitam. Saat Tethys masih besar, perbedaan suhu antara permukaan laut yang hangat dan daratan yang dingin mendorong aliran udara yang membawa uap air dari Atlantik tropis ke Afrika Utara, menciptakan kondisi lebih lembap. Namun, ketika Tethys menyusut dan semakin banyak daratan terbuka, curah hujan di Sahara berkurang secara bertahap hingga akhirnya wilayah ini berubah menjadi gurun.
Bagikan
Berita terkait
Peran Geologi Bawah Tanah dalam Pembentukan Lapisan Es Antartika
Media Indonesia · 4 September 2026 pukul 16.22
Gunung Rahasia di Bawah Es Bikin Antartika Membeku Lebih Dulu
Detik.com · 2 September 2026 pukul 16.35
Diisukan meletus hebat, BRIN sebut Anak Krakatau masih fase inkubasi
ANTARA News · 14 September 2026 pukul 18.16
BRIN Ungkap Fase Anak Krakatau, Masih Jauh dari Letusan Dahsyat Seperti 1883
Detik.com · 14 September 2026 pukul 14.22