Jakarta · Kamis, 10 September 2026Cari
WargaKonoha

Gus Kikin Didorong Susun Kepengurusan PBNU yang Profesional dan Bebas dari Stigma Politik

Gus Kikin terpilih sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmat 2026-2031 dalam Muktamar Ke-35 di Jombang. Tokoh muda NU, Gus Lilur, mendukung restrukturisasi kepengurusan yang profesional, meritokratis, dan bebas dari stigma politik partisan. Menurutnya, penyusunan struktur PBNU merupakan hak prerogatif dan tanggung jawab konstitusional Ketua Umum untuk mentransformasikan organisasi. Gus Lilur menekankan bahwa kepemimpinan harus didasarkan pada indikator profesionalisme dan meritokrasi, bukan prasangka politik sempit. NU sebagai entitas multisektoral membutuhkan kapasitas kepemimpinan yang adaptif dan teruji. Gus Lilur menilai positif sinyal masuknya nama Lukman Edy dalam bursa calon Sekretaris Jenderal PBNU. Rekam jejak di ranah eksekutif dan tata kelola organisasi menjadi modal objektif. Ia menolak narasi 'PKB Come Back' yang dikaitkan dengan figur tersebut. Sinergi antara Ketua Umum dan jajarannya harus dinilai dari efektivitas kerja dan komitmen terhadap Khittah NU, bukan asumsi subjektif. Dalam hal keterwakilan wilayah, Gus Lilur menggarisbawahi pentingnya keberagaman geografis dalam jajaran pengurus PBNU. Meski kontribusi Jawa Timur sangat substansial, tata kelola PBNU harus mencerminkan asas keberimbangan nasional. Distribusi kepemimpinan strategis wajib mengakomodasi kader terbaik dari seluruh wilayah Indonesia, termasuk Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, hingga Papua. Gus Lilur mengimbau warga nahdliyin untuk memberikan dukungan penuh kepada Gus Kikin dalam membina tim yang solid, inklusif, dan berorientasi pada kemajuan jam'iyah.

Berita terkait