Gus Yahya Ungkap Fokus Utamanya Usai Tak Lagi Pimpin PBNU
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4893190/original/063173800_1721128450-20240716-Presskon_NU-ANG_4.jpg)
Gus Yahya Cholil Staquf, mantan Ketua Umum PBNU, mengumumkan fokus barunya setelah purna tugas, yaitu pengembangan dialog antaragama dan gerakan Islam Kemanusiaan (Humanitarian Islam) melalui lembaga internasional yang didirikannya. Salah satunya adalah Center for Shared Civilizational Values (CSCV) yang berfungsi sebagai sekretariat permanen forum global R20, yang mengundang pemimpin agama dari berbagai negara untuk berdiskusi tentang nilai-nilai peradaban bersama. Gus Yahya juga menjadi pendiri Bayt ar-Rahmah, yayasan keagamaan global berbasis di Amerika Serikat. Kedua lembaga ini telah bekerja sama dengan PBNU dalam mengembangkan gerakan Humanitarian Islam dan forum dialog lintas agama. Setelah tidak lagi memimpin PBNU, Gus Yahya berencana bertolak ke Amerika Serikat pada Desember 2026 untuk melakukan kunjungan dan dialog dengan tokoh-tokoh antaragama. Wakil Ketua Umum YANMU, Syahdhana H Baswara, menyatakan komitmen melanjutkan kerja sama dengan Gus Yahya dalam program-program yang berkaitan dengan kemaslahatan umat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 1 September 2026 pukul 12.29
Inilah Kegiatan Gus Yahya Setelah Tidak jadi Ketum PBNU
kumparan · 30 Agustus 2026 pukul 20.36
Gus Yahya: PBNU Masa Khidmat 2021-2026 Resmi Demisioner, Akhiri dengan Lega
Berita terkait
LPJ PBNU Kepemimpinan Gus Yahya Resmi Diterima di Muktamar NU
CNN Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 20.12
Gus Yahya Jawab Isu Intervensi Pengurus Daerah di Muktamar NU
Liputan6.com · 28 Agustus 2026 pukul 12.10
Muktamar NU, Gus Yahya Yakin PWNU dan PCNU Tak Mudah Dipengaruhi Pragmatisme
kumparan · 28 Agustus 2026 pukul 10.24
Muktamar NU: Ini Penjelasan Gus Yahya tentang Mekanisme Pengusulan AHWA
Media Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 20.04