Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Haidar Alwi Dukung Tim Preventive Strike Polda Metro: Jadi Benteng Demokrasi

Polda Metro Jaya membentuk Tim Preventive Strike untuk antisipasi gangguan kamtibmas dan menjaga demokrasi dari pembajakan, kekerasan, penyusup, dan provokator. Haidar Alwi Care dari Haidar Alwi Institute mendukung langkah ini, namun menekankan agar tim tidak menjadi alat pembungkam kritik atau kebebasan berpendapat. Menurutnya, tim harus berperan sebagai "benteng demokrasi" yang melindungi kritik, menjaga keselamatan rakyat, dan memisahkan massa damai dari pelaku kekerasan. Haidar Alwi menegaskan bahwa demonstran damai harus dilindungi, sementara tindak kekerasan tidak boleh dibiarkan. Ia juga menyoroti pentingnya menghentikan "standar ganda" yang selama ini menyudutkan Polri, sehingga setiap tindakan kepolisian sering dianggap salah meski dilakukan untuk mencegah tragedi. Ukuran keberhasilan tertinggi, kata dia, adalah tragedi yang dicegah dan korban yang tidak pernah jatuh. Untuk mencegah penyalahgunaan kewenangan, Haidar Alwi mendorong adanya satu komando yang jelas, dokumentasi operasi, pengawasan internal, penggunaan kamera lapangan, pencatatan penggunaan kekuatan, dan evaluasi pascaoperasi. Ia menegaskan bahwa ketegasan dan akuntabilitas saling melengkapi: negara harus tegas melawan pelaku kekerasan yang membawa senjata atau alat untuk menyerang, sementara kekuatan negara tetap berada dalam batas hukum. Jurnalis, tenaga medis, pendamping hukum, dan masyarakat sekitar juga harus dilindungi. Kombes Budi Hermanto menjelaskan bahwa tim terdiri dari Direktorat Operasional Polda Metro Jaya dan akan bertindak di wilayah Jakarta serta penyangganya, termasuk perbatasan Bekasi, Depok, dan Tangerang, dengan intensitas patroli yang ditingkatkan di pintu masuk tersebut.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait