Jakarta · Jumat, 28 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Haikal Hasan Sebut Pernyataan Budi Arie Soal Percepatan Pemilu tidak Pantas dan Inkonstitusional

Ketua Umum Relawan Projo Budi Arie Setiadi menyampaikan pernyataan terkait potensi percepatan Pemilu 2029, yang menuai kecaman dari berbagai pihak. Ahmad Haikal Hasan, tokoh Gerakan Cinta Prabowo, menilai pernyataan Budi Arie tidak pantas dan tidak bijak, mengingat posisinya yang didukung oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto. Haikal menuduh pernyataan tersebut merupakan rencana yang sudah dipikirkan, bukan pernyataan spontan, dan menyoroti respons peserta forum yang menyambut dengan kata 'siap' dan 'oke'. Ia menegaskan bahwa permohonan maap Budi Arie tidak bisa diterima begitu saja dan akan menelusuri lebih dalam terkait motif dan struktur gerakan di balik wacana percepatan tersebut.

Sementara itu, Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan nasional harus sesuai konstitusi setiap lima tahun, menanggapi wacana percepatan dari Budi Arie. Partai Solidaritas Indonesia (PSI) juga menyatakan penolakan jika Budi Arie mendaftar sebagai anggota partainya. Juru Bicara Partai Gerindra Sugiat Santoso membantah adanya pembicaraan soal pemilu 2029 di internal partainya.

Budi Arie juga dikabarkan ingin mendapatkan perlindungan politik setelah namanya turut disebut dalam kasus judi online. Projo menyatakan dukungan terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto, yang menuai kritik dari pengamat politik. Said, seorang pengamat, menyatakan tidak setuju dengan anggapan partai sebagai tempat berlindung dari jeratannya pidana.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait