Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Hamas Sepakat Lucuti Senjata, Akankah Kesepakatan Ini Bertahan?

Hamas telah menyetujui perlucutan senjata total melalui kesepakatan dengan Dewan Perdamaian bentukan Donald Trump. Perjanjian ini dilaksanakan secara bertahap, dimulai dari kelompok bersenjata kecil, diikuti oleh Hamas yang membongkar infrastruktur militer besar seperti terowongan dan gudang senjata. Namun, Israel belum memberikan tanggapan publik, sementara pejabat AS menyatakan kekecewaan jika Israel tidak menarik diri dari Gaza sesuai syarat kesepakatan.

Reaksi di Gaza tidak antusias karena kegagalan gencatan senjata sebelumnya. Kesepakatan ini menerapkan prinsip "tanpa kepercayaan" dengan verifikasi ketat, sehingga kedua pihak harus memenuhi kewajiban sebelum tahap berikutnya. Pertanyaan muncul mengenai kesiapan Israel untuk menarik pasukan dan proses serah terima kendali, termasuk zona penyangga.

Kesepakatan ini terjadi setelah Hamas memilih pemimpin baru, Khalil al-Hayya, dalam kondisi kemanusiaan kritis di Gaza. Sejak 2023, serangan Israel telah menewaskan lebih dari 73.000 orang menurut Kementerian Kesehatan Gaza. Kairo akan segera menjadi tuan rumah pertemuan mediator dari Mesir, AS, Qatar, dan Turki untuk membahas implementasi perjanjian.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait