Harga Barang-Barang Ekspor RI Melejit di Pasar Internasional
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan Indeks Harga Ekspor (IHX) Indonesia pada kuartal II-2026 mencapai 135,16, naik 10,92% dibanding kuartal I-2026 yang sebesar 121,85. Dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, inflasi harga ekspor melonjak 24,94%. Kenaikan ini didorong terutamanya oleh kelompok non-migas yang tumbuh 28,75% year-on-year, sementara kelompok migas naik 24,74% year-on-year. Tiga golongan barang yang paling berkontribusi pada kenaikan harga ekspor quarter-to-quarter adalah bahan bakar mineral dan produk sulingannya (HS 27) dengan andil 3,40%, lemak dan minyak hewani/nabati (HS 15) dengan andil 1,41%, dan bijih logam, terak, dan abu (HS 26) dengan andil 1,32%. Sementara dari sisi year-on-year, kontribusi terbesar juga berasal dari HS 27 (4,66%), diikuti HS 26 (4,50%), dan besi dan baja (HS 72) dengan andil 2,55%.
Bagikan
Berita terkait
Membedah Fakta Pertumbuhan Ekonomi RI di Kuartal II-2026
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 22.52
Ekonomi Kuartal II Tumbuh 5,29%, Purbaya Nilai Cukup Baik
Detik.com · 5 Agustus 2026 pukul 22.15
Kondisi Manufaktur RI Ekspansif di Kuartal II-2026, BPS Beri Buktinya!
CNBC Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 15.55
Ekonomi Maluku-Papua Melambat ke 1,36%, BPS Ungkap Biang Keroknya
CNBC Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 15.10