Harga BBM Kian Mencekik, Sopir Ngamuk Massal-Tetangga RI Lumpuh Total
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kelompok Manibela di Filipina menggelar aksi mogok transportasi massal pada 28-30 September 2026 sebagai protes atas lonjakan harga BBM. Para pengemudi PUV, TNVS, ojek, hingga truk menuntut penurunan harga BBM, penghapusan pajak cukai dan PPN minyak bumi, serta peninjauan kembali Undang-Undang Deregulasi Minyak guna melindungi pendapatan bersih mereka yang tergerus biaya operasional.
Aksi ini bertepatan dengan implementasi kenaikan tarif berbagai moda transportasi, termasuk jeepney, bus kota, bus provinsi, taksi bandara, dan TNVS. Menanggapi kelumpuhan mobilitas, Pemerintah Kota Quezon dan QCPD mengerahkan personel lalu lintas serta menyediakan layanan bus gratis bagi komuter. Sementara itu, LTFRB mengancam operator yang mogok dengan denda minimal 5.000 peso.
Bagikan
Berita terkait
Tailan Amankan Tiket Final ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia Jadi Lawan?
JPNN.com · 29 September 2026 pukul 23.06
FIFA ASEAN Cup 2026: Pakistan Tahan Imbang Filipina, Solano Soroti Konsistensi Pemain
JPNN.com · 29 September 2026 pukul 22.22
FIFA ASEAN Cup2026: Comeback Lawan Filipina, Solano Soroti Konsistensi Pakistan
JPNN.com · 29 September 2026 pukul 22.00
Pemerintah Masih Tahan Harga Pertalite dan Biosolar meski Minyak Dunia USD 107 per Barel
JawaPos · 29 September 2026 pukul 18.15