Jakarta · Sabtu, 29 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Harga Ponsel Naik, Distributor Bersiasat Andalkan Pembiayaan dan Perluas Jaringan

Kenaikan harga smartphone akibat kelangkaan chipset global mendorong distributor seperti Digiplus untuk memperkuat strategi penjualan agar tetap terjangkau bagi konsumen. Beberapa merek mengalami kenaikan harga hingga 30% hingga 50% sejak akhir tahun sebelumnya. Untuk menjaga keterjangkauan, Digiplus mengoptimalkan kerja sama dengan lembaga keuangan nonbank (NBFI), program buy now pay later (BNPL), cashback, dan layanan tukar tambah (trade-in). Head of Operations Digiplus Erwin Renehan menyatakan bahwa strategi ini bertujuan memastikan konsumen tetap mampu membeli perangkat sesuai kebutuhan dan kemampuan finansialnya.

Dwi ta Satyanti, Head of Marketing Digiplus, menjelaskan bahwa smartphone kini telah beralih dari barang pelengkap menjadi kebutuhan sehari-hari. Oleh karena itu, kenaikan harga tidak menghilangkan minat konsumen terhadap perangkat tersebut. Digiplus menyediakan pilihan perangkat dengan rentang harga luas, mulai dari Rp3 juta hingga Rp40 juta, sehingga konsumen dapat menyesuaikan pembelian dengan anggaran yang tersedia. Berbagai skema pembayaran dan promosi juga menjadi alternatif bagi konsumen untuk memperoleh perangkat tanpa harus menanggung seluruh kenaikan harga secara langsung.

Di sisi lain, Digiplus memperluas jaringan toko untuk mendekatkan produk dan layanan kepada konsumen. Ekspansi terbaru ditandai dengan pembukaan gerai ke-100 di Terogong, Jakarta Selatan. Muhammad Pranoto Utomo, Head of Business Development, menyatakan bahwa strategi ekspansi tidak lagi hanya fokus pada pusat perbelanjaan, tetapi juga memperluas kehadiran ke lokasi street level seperti ruko dan kawasan komersial di luar mal. Digiplus menargetkan 150 gerai hingga akhir 2026 dan akan terus menyasar kota-kota utama serta pasar kota lapis kedua dan ketiga seperti Jakarta, Surabaya, Bali, Medan, dan Makassar.

Berita terkait