Hari Kontrasepsi Sedunia, Kepala BKKBN Dorong Pria Lebih Aktif dalam KB
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Hari Kontrasepsi Sedunia menjadi ajang untuk mendorong partisipasi laki-laki dalam program Keluarga Berencana (KB). Kepala BKKBN, Wihaji, menekankan bahwa KB bukan lagi menjadi tanggung jawab eksklusif perempuan, melainkan keputusan bersama pasangan. Pemerintah berupaya menempatkan suami sebagai mitra setara melalui pemahaman bersama, pendampingan konsultasi, dan dukungan dalam pemilihan kontrasepsi yang sesuai. Pendekatan dilakukan secara positif dan berbasis fakta agar tidak menimbulkan rasa bersalah atau kesalahpahaman.
Data Kemendukbangga/BKKBN menunjukkan partisipasi KB pria pada 2025 masih rendah, yakni 3,27 persen, dengan penggunaan kondom (3,14 persen) dan Metode Operasi Pria (MOP)/vasektomi (0,13 persen). Mayoritas peserta KB tetap perempuan, sehingga pentingnya edukasi, konseling, dan akses layanan yang inklusif untuk meningkatkan keterlibatan laki-laki. Pemerintah juga memperkuat ekosistem dengan melatih 652 motivator KB pria dan 311 provider vasektomi pada 2025, serta menargetkan adanya tim Vasektomi Tanpa Pisah (VTP) di setiap kabupaten/kota.
Wihaji menegaskan bahwa keberhasilan keterlibatan laki-laki tidak hanya diukur dari jumlah penggunaan kontrasepsi, tetapi juga dari tingkat pengetahuan, akses informasi, dan keputusan yang diambil secara bertanggung jawab dalam perencanaan keluarga.
Bagikan
Berita terkait
Pagu Anggaran Kemendukbangga 2027 Rp 4,1 T, Fokus Tekan Stunting-Kampung KB
kumparan · 3 September 2026 pukul 14.02
Bio Farma Dorong Vaksin HPV untuk Lindungi Laki-Laki dari Risiko Kanker
Media Indonesia · 17 September 2026 pukul 19.15
Mengenal Vasektomi Kontrasepsi Pria Pilihan Suami Siti Badriah: Prosedur, Keunggulan, dan Mitos
Media Indonesia · 17 September 2026 pukul 19.00
Demi Siti Badriah, Krisjiana Mantap Jalani Vasektomi
SINDOnews · 17 September 2026 pukul 13.29