Bio Farma Dorong Vaksin HPV untuk Lindungi Laki-Laki dari Risiko Kanker
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bio Farma mendorong perluasan vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) kepada laki-laki, bukan hanya perempuan, untuk mencegah berbagai jenis kanker yang berkaitan dengan infeksi virus tersebut. Direktur Utama Bio Farma, Shadiq Akasya, menjelaskan bahwa laki-laki tidak hanya berpotensi menjadi carrier virus HPV, tetapi juga dapat mengalami kutil kelamin hingga kanker penis, kanker anus, dan kanker pada area tenggorokan akibat infeksi HPV. Ia menekankan bahwa vaksinasi dan edukasi kepada masyarakat menjadi kunci penting dalam memperluas cakupan vaksinasi HPV.
Shadiq menyatakan bahwa beberapa negara seperti Australia dan Malaysia telah menerapkan vaksinasi HPV bagi laki-laki, dan kasus kanker pada organ reproduksi laki-laki di kedua negara tersebut mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Bio Farma masih menunggu arahan pemerintah terkait sasaran usia pemberian vaksin HPV bagi laki-laki, dengan rencana penargetan anak-anak usia 9 hingga 11 tahun. Sementara itu, imunisasi HPV untuk perempuan telah dilaksanakan sejak 2023 dengan sasaran yang sama.
Virus HPV dapat menyebar melalui kontak langsung antarkulit, hubungan seksual, atau dari ibu ke bayi saat persalinan. Sebagian besar infeksi HPV tidak menimbulkan gejala dan dapat sembuh dengan sendirinya, namun sejumlah tipe berisiko tinggi dapat berkembang menjadi kanker serviks, kanker penis, kanker anus, dan kanker pada area tenggorokan. Oleh karena itu, vaksinasi dini dan edukasi kesehatan menjadi langkah penting dalam pencegahan infeksi HPV di masyarakat.
Bagikan
Berita terkait
Vaksin HPV Bikin Anak Laki-Laki Impoten? Pemprov Jateng Tegaskan Klaim Ini Hoaks
Media Indonesia · 16 September 2026 pukul 22.09
Cegah Kanker Serviks, Menkes Butuh USD 1,4 Miliar untuk Vaksin HPV
kumparan · 15 September 2026 pukul 14.59
29 Ribu Anak Laki-Laki di Bali Terima Vaksin HPV, Cegah Kanker Penis hingga Anus
JPNN.com · 16 Agustus 2026 pukul 21.04
Bio Farma Kembangkan Vaksin Lokal, Rotavirus Ditargetkan 2027
Warta Ekonomi · 17 September 2026 pukul 16.00