Hati-Hati Jebakan Keuangan, Gap Literasi dan Inklusi Keuangan Disorot
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah terus mendorong literasi dan inklusi keuangan di Indonesia, dengan inklusi keuangan nasional yang telah mencapai 93,6%. Namun, Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS Farid Azhar Nasution menyoroti adanya gap literasi dan inklusi sebesar 24 poin nasional, yang berarti akses layanan keuangan tumbuh lebih cepat dibandingkan pemahaman masyarakat terhadap produk keuangan. Pada Lampung Financial Festival, ia mengingatkan bahaya jebakan keuangan seperti pinjol ilegal, judi online, serta gaya belanja berbasis FOMO, YOLO, dan FOPO yang mengikuti algoritma digital.
Di Lampung, yang menjadi tuan rumah acara tersebut, Indeks Inklusi Keuangan mencapai 90,9%, masih di bawah rata-rata nasional. Meski demikian, literasi keuangan Lampung mencapai 72,3%, lebih tinggi dari rata-rata nasional sebesar 69,6%. Farid menekankan pentingnya kepercayaan (trust) sebagai jembatan agar masyarakat yang sudah memahami layanan keuangan dapat menggunakannya secara aman dan berkelanjutan.
Digitalisasi, khususnya penggunaan mobile banking, dompet digital, fintech, dan aplikasi investasi, dinilai membuka peluang besar untuk meningkatkan inklusi keuangan. Generasi muda yang familiar dengan teknologi ini memungkinkan edukasi keuangan menjangkau lebih luas dan cepat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 5 September 2026 pukul 08.30
LPS Mau Dongkrak Literasi Lampung Lewat Financial Festival 2026
JPNN.com · 4 September 2026 pukul 14.45
OJK Ingin Pangkas Gap 20 Persen Antara Inklusi dan Literasi Keuangan Warga Jogja
Berita terkait
Lampung Financial Festival Siap Digelar! Pendaftaran Mulai 18 Agustus
CNBC Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 19.16
Lampung Financial Festival 2026 Bakal Hadir, Pendaftaran Segera Dibuka
CNN Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 18.17
Live Now! Tokoh Penting Kumpul Ramaikan Lampung Financial Festival!
CNBC Indonesia · 5 September 2026 pukul 09.19
Antrean Ratusan Pelajar-Mahasiswa Lampung Mengular di Depan Novotel
CNBC Indonesia · 5 September 2026 pukul 08.41