Hidup Makin Susah, Anak Muda di China Terpaksa Berbagi Ranjang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Tekanan ekonomi yang semakin berat di China membuat anak muda di kota-kota besar menempuh cara tak biasa dengan berbagi kamar hingga satu ranjang dengan orang asing untuk memangkas biaya sewa. Fenomena ini muncul di tengah pertumbuhan ekonomi yang melambat, pendapatan yang stagnan, dan ketidakpastian pasar tenaga kerja yang tinggi.
Contoh nyata adalah Winnie Zeng, 25 tahun dari Wuhan, yang tinggal satu kamar dengan perempuan yang baru dikenalnya. Biaya sewa bulanannya hanya 450 yuan atau sekitar Rp1,2 juta, sehingga ia bisa menyisihkan tiga perempat dari gajinya sebesar 4.000 yuan atau Rp10 juta per bulan. Apartemen tersebut memiliki lima kamar, dan mereka berbagi satu ranjang setelah menjalani masa uji coba delapan hari.
Praktik hemat ini memicu perbincangan luas di media sosial China, dengan tagar berbagi ranjang meraih lebih dari 14 juta tayangan di Weibo dan hampir 40 juta penayangan di Douyin. Profesor Mingwei Liu dari University of Maryland menyatakan bahwa fenomena ini mencerminkan realitas ekonomi terkini, di mana anak muda menghadapi ketidakstabilan kerja dan keputusasaan yang kehilangan rasa memiliki terhadap kota. Sejumlah ekonom memperingatkan jika tren ini meluas, dampaknya bisa menekan konsumsi rumah tangga, melemahkan permintaan properti, dan memengaruhi angka pernikahan dalam jangka panjang.
Bagikan
Berita terkait
Desainer Muda Jogja Sarah Azzahra Tembus Final Nasional Fatmawati Trophy
kumparan · 15 Agustus 2026 pukul 15.38
Rosan Sebut Buku Bahlil Bisa Jadi Inspirasi Anak Muda
Liputan6.com · 8 Agustus 2026 pukul 08.25
DHL Dukung Peningkatan Kesiapan Kerja Anak Muda lewat GoTeach dan UPGRADE
JPNN.com · 7 Agustus 2026 pukul 15.11
Pulih Percaya
JPNN.com · 30 Juli 2026 pukul 07.03