Jakarta · Rabu, 30 September 2026Cari
WargaKonoha

Hilirisasi Mineral Jadi Pilar Penguatan Perekonomian Indonesia

Kebijakan hilirisasi mineral yang diterapkan pemerintah mulai menunjukkan hasil nyata dalam penguatan perekonomian Indonesia. Sejumlah data menunjukkan bahwa sektor pertambangan kini tidak hanya berperan sebagai ekspor bahan mentah, tetapi juga sebagai pemasok bahan baku strategis bagi industri manufaktur dalam negeri. Hal ini mendukung upaya diversifikasi ekonomi dan mengurangi ketergantungan pada ekspor komoditas mentah yang nilai tambahnya terbatas.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kontribusi sektor pertambangan dan penggalian terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia mencapai Rp229,9 triliun pada triwulan II 2026, setara dengan 8,87 persen dari total PDB nasional. Angka ini menegaskan pentingnya sektor ini dalam mendukung pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

Kebijakan pelarangan ekspor mineral mentah menjadi katalis bagi pelaku usaha untuk berinvestasi dalam pembangunan fasilitas pengolahan di dalam negeri. Dengan demikian, nilai tambah dari sumber daya mineral dapat diserap lebih optimal oleh perekonomian domestik, sekaligus menciptakan lapangan kerja dan merangsang pengembangan industri terkait.

Berita terkait