Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Hizbullah Tegaskan Tidak Rela Lebanon Berdamai dengan Israel

Hizbullah mendesak pemerintah Lebanon menghentikan perundingan langsung dengan Israel setelah Kementerian Luar Negeri Israel menerbitkan peta yang menampilkan sebagian besar wilayah Lebanon selatan sebagai bagian dari Israel. Hizbullah menilai peta tersebut mengungkap ambisi Israel atas tanah dan sumber daya Lebanon serta upaya Tel Aviv menciptakan realitas baru di lapangan.

Peta itu dipublikasikan Jumat lewat akun berbahasa Arab Kementerian Luar Negeri Israel di platform X dan menunjukkan wilayah luas Lebanon selatan masuk ke dalam batas Israel. Hizbullah menyatakan peta merusak jalur perundingan, menuduh Israel memanfaatkan perundingan untuk mengulur waktu sambil memperkuat keberadaan di wilayah Lebanon. Kelompok itu menuntut pemerintah menghentikan perundingan, segera mengajukan pengaduan ke Dewan Keamanan PBB, dan meminta Dewan Pertahanan Tinggi Lebanon menggelar pertemuan darurat demi respons terpadu mempertahankan kedaulatan, wilayah, dan sumber daya negara.

Pernyataan Hizbullah keluar setelah perunding Lebanon dan Israel menyelesaikan putaran ketujuh perundingan yang dimediasi Amerika Serikat di Roma pada Kamis, yang berfokus pada pelaksanaan kerangka kesepakatan 26 Juni.

Berita terkait