Hukum Mengolok-olok Ayat Al-Quran, Dosa Besar dan Bisa Jatuh Kafir?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Artikel ini membahas hukum mengolok-olok ayat Al-Quran dalam Islam. Mengolok-olok Allah, Rasulullah, ayat-ayat-Nya, atau ajaran agama merupakan perkara serius. Al-Quran memberi peringatan keras dalam Surah At-Taubah ayat 65-66. Ayat ini terkait peristiwa ketika sejumlah orang mengolok-olok Nabi dan para sahabat, lalu berdalih hanya bersenda gurau. Ayat tersebut menegaskan bahwa mereka telah kafir sesudah beriman dan tidak usah meminta maaf.\n\nImam Syafi'i, sebagaimana dinukil Ibnu Taimiyah dalam Ash-Sharim Al-Maslul 'ala Syatim Ar-Rasul, menyatakan bahwa orang yang mengolok-olok ayat Allah telah melakukan kekufuran. Namun, vonis kafir terhadap individu adalah perkara sangat serius. Ulama membedakan antara penilaian terhadap ucapan atau perbuatan dengan vonis terhadap orang tertentu. Penetapan hukum terhadap individu memerlukan ilmu, konteks, serta terpenuhinya syarat dan tidak adanya penghalang.\n\nMenurut Ustaz Muhammad Abduh Tuasikal, tindakan memperolok agama dapat muncul dalam berbagai bentuk. Pertama, penghinaan terang-terangan, misalnya seseorang sengaja menjadikan Allah, ayat Al-Quran, Rasulullah, atau ajaran Islam sebagai bahan ejekan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 11 Agustus 2026 pukul 12.41
PDIP Kecam Challenge Hafalan Qur'an demi Miras: Agama Jangan Dijadikan Gimik
Berita terkait
Ayat Al Quran dan Hadis tentang Wanita Akhir Zaman
SINDOnews · 22 September 2026 pukul 08.59
Ketika Kepekaan Sosial Hilang, Ini Peringatan Al-Quran
SINDOnews · 17 September 2026 pukul 05.15
Dalil Muraqabah dalam Al-Quran dan Hadis, Merasa Selalu Diawasi Allah
SINDOnews · 16 September 2026 pukul 10.56
5 Sikap Muslim Menghadapi Bencana Alam Menurut Al Quran
SINDOnews · 9 September 2026 pukul 05.15