Hukum Percaya Kesialan dalam Islam, Benarkah Merasa Diri Sial Termasuk Syirik?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Banyak orang masih meyakini dirinya atau sesuatu di sekitarnya sebagai penyebab kesialan, seperti angka 13 atau hari tertentu. Dalam Islam, keyakinan seperti ini disebut at-thiyarah atau at-tathayyur, yaitu menganggap adanya pertanda buruk dari burung, binatang, angka, atau kejadian tertentu. Para ulama menjelaskan bahwa keyakinan ini termasuk syirik ashghar (syirik kecil) karena mengurangi kesempurnaan tauhid seorang Muslim. Perbuatan syirik adalah dosa terbesar jika tidak dibarengi taubat sebelum meninggal dunia, sebagaimana firman Allah dalam QS An-Nisa: 48.
Secara bahasa, at-thiyarah berasal dari ungkapan zajarath-thair yang berarti menerbangkan burung, yang pada masa Arab Jahiliyah dipercaya sebagai pertanda baik atau buruk. Maknanya berkembang menjadi keyakinan umum terhadap segala hal yang dianggap membawa nasib buruk. Al-Qur'an mengisahkan bagaimana kaum Nabi Musa menuduh beliau sebagai penyebab kesialan mereka (QS Al-A'raf: 131), yang menunjukkan kebiasaan menyimpang dari petunjuk Allah.
Islam mengajarkan bahwa seluruh manfaat maupun mudarat hanya terjadi dengan izin Allah Subhanahu wa Ta'ala. Tidak ada seorang pun yang mampu mendatangkan manfaat atau bahaya di luar kehendak-Nya. Oleh karena itu, mengaitkan musibah dengan seseatu atau sesuatu tanpa dasar bertentangan dengan ajaran tauhid.
Bagikan
Berita terkait
HUT RI ke-81 : Kemerdekaan Sejati dalam Islam, Bebas dari Penghambaan kepada Manusia
SINDOnews · 17 Agustus 2026 pukul 05.15
UAS : Percaya Mitos, Menjerumuskan ke Syirik
SINDOnews · 6 Agustus 2026 pukul 11.49
Percaya Mitos, Benarkah Bisa Merusak Akidah?
SINDOnews · 6 Agustus 2026 pukul 10.14
Doa Ketika Khawatir Terjadi Keburukan atau Kesialan
SINDOnews · 3 Agustus 2026 pukul 15.27