Pesugihan untuk Cepat Kaya, Benarkah Bisa Mendatangkan Rezeki? Ini Penjelasan Islam
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pesugihan, praktik mencari kekayaan melalui bantuan makhluk gaib seperti jin, setan, atau ritual mistis, sempat ramai dibicarakan di media sosial. Dalam ajaran Islam, rezeki hanyalah karunia Allah SWT yang harus dicari melalui jalan yang halal. Segala bentuk usaha yang melibatkan makhluk gaib atau ritual bertentangan syariat dilarang karena termasuk kesyirikan.
KH Yahya Zainul Ma'arif Jamzuri (Buya Yahya) dari Lembaga Dakwah Al Bahjah menegaskan bahwa pesugihan yang melibatkan jin, setan, atau makhluk gaib dilarak dalam Islam. Menurutnya, seorang Muslim tidak boleh menggantungkan harapan rezekinya kepada selain Allah SWT karena hal tersebut termasuk syirik, yang merupakan dosa terbesar.
Pesugihan didefinisikan sebagai praktik memohon kekayaan instan melalui jimat, sesajen, atau ritual supranatural. Keyakinan bahwa makhluk gaib mampu memberikan rezeki mandiri bertentangan dengan prinsip tauhid. Al-Quran menyatakan bahwa Allah tidak akan mengampuni dosa syirik bagi mereka yang tetap mendustakan-Nya.
Bagikan
Berita terkait
Hukum Percaya Kesialan dalam Islam, Benarkah Merasa Diri Sial Termasuk Syirik?
SINDOnews · 3 Agustus 2026 pukul 09.48
HUT RI ke-81 : Kemerdekaan Sejati dalam Islam, Bebas dari Penghambaan kepada Manusia
SINDOnews · 17 Agustus 2026 pukul 05.15
UAS : Percaya Mitos, Menjerumuskan ke Syirik
SINDOnews · 6 Agustus 2026 pukul 11.49
Percaya Mitos, Benarkah Bisa Merusak Akidah?
SINDOnews · 6 Agustus 2026 pukul 10.14