Ikhtiar Sekolah Pinggir Hutan untuk Terus Berkelanjutan dengan Kemandirian
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Sekolah Pakis di Dusun Pesawahan, Desa Gununglurah, Kecamatan Cilongok, Banyumas, Jawa Tengah, berdiri sejak 2013 sebagai sekolah alternatif yang melayani pendidikan anak-anak pinggir hutan. Sekolah ini awalnya bernama Madrasah Tsanawiah (MTs) Pakis dan kini juga menggelenggam program Kejar Paket C setara SMA. Sebagai sekolah alternatif, Sekolah Pakis menghadapi keterbatasan ruangan kelas sehingga banyak pembelajaran dilakukan di luar ruangan, khususnya terkait agroforestry seperti budidaya kopi. Dengan dukungan dari Banyumas Coffee Training Center (BCTC), siswa diajari secara langsung mulai dari pembibitan, penanaman, pemeliharaan, hingga pemanenan dan pengolahan kopi.
Upaya budidaya kopi di Sekolah Pakis dilakukan di sela-sela tanaman pinus di kawasan hutan yang dikelola kerja sama dengan Perum Perhutani. Saat ini, terdapat sekitar 2.000 pohon kopi yang ditanam di lahan seluas lebih dari dua hektare. Kopi yang dibudidayakan terdiri dari tiga jenis: robusta, arabika, dan liberika, dengan robusta paling cocok karena ketinggian lokasi sekitar 700 mdpl. Produksi kopi basah per musim panen mencapai 500-800 kg, yang setelah pengeringan menghasilkan sekitar 100-120 kg kopi kering. Produk kopi yang dijual dikemas dalam ukuran 250 gram dengan harga antara Rp50.000 hingga Rp70.000 tergantung kualitasnya.
Isrodin, Kepala Sekolah Pakis, menyatakan bahwa budidaya kopi bertujuan untuk membangun kemandirian ekonomi guna mendukung keberlanjutan pendidikan gratis di sekolah. Selain kopi, sekolah juga mendorong pengembangan produk lokal seperti gula aren dan hasil pertanian desa, serta mengintegrasikan potensi ekowisata. Harapannya, kawasan ini dapat berkembang menjadi sentra kopi berbasis masyarakat yang tidak hanya memberikan nilai ekonomi tetapi juga mendukung konservasi hutan. Isrodin berharap suatu hari nanti Sekolah Pakis dapat memiliki kedai kopi dekat dengan kebun, sehingga pengunjung dapat menikmati kopi sambil melihat langsung proses budidayanya.
Bagikan
Berita terkait
Timothy Ronald Bangun Sekolah ke-5 di Sumba Timur, Targetkan 1.000 Sekolah
Media Indonesia · 23 Agustus 2026 pukul 21.05
Sasar Gen Z, Hanura Dorong Isu Lapangan Kerja dan Pendidikan
Media Indonesia · 23 Agustus 2026 pukul 20.33
Timothy Ronald Bangun Sekolah Ke-5 di Sumba Timur
JPNN.com · 23 Agustus 2026 pukul 20.00
KPK Sebut Kasus Rektor Unsoed Jadi Ancaman Serius Pendidikan Indonesia
Liputan6.com · 23 Agustus 2026 pukul 18.16