Ili Lewotolok Erupsi 4 Kali dalam 48 Jam, Kolom Abu Capai 600 Meter
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gunung api Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, mengalami empat kali erupsi dalam 48 jam terakhir. Letusan terkuat terjadi pada Minggu (6/9) pukul 06.41 WITA, dengan kolom abu mencapai 600 meter di atas puncak atau sekitar 2.023 meter di atas permukaan laut. Kolom abu berwarna kelabu tebal condong ke arah tenggara, tercatat di seismograf dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi 82 detik.
Sebelumnya, pada hari yang sama pukul 06.11 WITA, terjadi letusan setinggi 400 meter dengan abu bergerak ke arah barat selama 40 detik. Pada Sabtu (5/9), dua erupsi lagi tercatat: pukul 06.51 WITA setinggi 500 meter dan pukul 07.02 WITA setinggi 400 meter, keduanya berarah ke barat.
Badan Geologi dan PVMBG menyatakan aktivitas vulkanik masih berlangsung dan perlu pengawasan ketat. Mereka menyarankan agar masyarakat dan wisatawan menjauh dari kawah setidaknya 2 km, atau 3 km di sektor selatan dan tenggara. Warga juga disarankan waspada terhadap guguran lava, longsoran, dan awan panas, serta menggunakan masker dan pelindung mata untuk mencegah iritasi akibat abu vulkanik.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 6 September 2026 pukul 10.48
Mobil dan Motor Warga Jabodetabek Diserang Abu Vulkanik, Ini Dampaknya!
JPNN.com · 5 September 2026 pukul 20.10
Erupsi Gunung Anak Krakatau Disertai Dentuman, BNPB Imbau Masyarakat Waspada & Tetap Tenang
Warta Ekonomi · 5 September 2026 pukul 19.49
Masyarakat Diminta Tak Khawatir, PVMBG Pastikan Anak Krakatau Belum Berpotensi Tsunami
Warta Ekonomi · 5 September 2026 pukul 19.10
PVMBG Pastikan Erupsi Anak Krakatau Belum Membahayakan, Status Tetap Siaga
Berita terkait
Gunung Ili Lewotolok Meletus Dua Kali, Kolom Abu Capai 700 Meter
CNN Indonesia · 1 September 2026 pukul 21.14
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Ini Penampakannya
SINDOnews · 2 Agustus 2026 pukul 17.19
Gunung Ili Lewotolok NTT Meletus Minggu Pagi
CNN Indonesia · 6 September 2026 pukul 06.28
Penjelasan Lengkap PVMBG soal Dentuman Keras di Bandung Bersamaan dengan Erupsi Gunung Anak Krakatau
JawaPos · 5 September 2026 pukul 18.17