Penjelasan Lengkap PVMBG soal Dentuman Keras di Bandung Bersamaan dengan Erupsi Gunung Anak Krakatau
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Dentuman keras yang terdengar di Bandung dan sebagian wilayah Pantura Jawa pada malam 4 September 2026 disebabkan oleh erupsi Gunung Anak Krakatau. Kepala PVMBG Rita Susilawati menjelaskan bahwa energi akustik dari erupsi tersebut merambat hingga ratusan kilometer dari lokasi letusan di Perairan Selat Sunda, sehingga terdengar jauh dari sumbernya. Fenomena serupa juga pernah terjadi pada erupsi Gunung Anak Krakatau April 2020 dan Gunung Kelud Februari 2014, di mana dentuman keras terdengar di wilayah yang jauh dari pusat letusan. PVMBG masih melakukan pencocokan data dengan BMKG untuk memastikan penyebab sebenarnya. Pada April 2020, BMKG tidak mencatat gempa tektonik signifikan di Jawa Barat, Jakarta, dan Bekasi yang bisa menjelaskan dentuman tersebut, mendukung dugaan keterkaitan dengan erupsi Gunung Anak Krakatau.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 5 September 2026 pukul 16.22
Warga Tak Lagi Rasakan Getaran Imbas Erupsi Anak Krakatau
kumparan · 5 September 2026 pukul 15.29
PVMBG Pastikan Tak Ada Potensi Tsunami dari Erupsi Gunung Anak Krakatau
CNN Indonesia · 5 September 2026 pukul 14.00
PVMBG Sebut Anak Krakatau Lepas Energi Bisa Merambat Ratusan Kilometer
Detik.com · 5 September 2026 pukul 13.18
Erupsi Terbaru Anak Krakatau Belum Berpotensi Picu Tsunami Seperti Tahun 2018
Berita terkait
Penjelasan Lengkap PVMBG terkait Dentuman Keras di Bandung Bersamaan dengan Erupsi Gunung Anak Kraka
JawaPos · 5 September 2026 pukul 16.47
Anak Krakatau Erupsi Menerus, Jauhi Radius 3 Kilometer
Liputan6.com · 5 September 2026 pukul 12.19
Erupsi Hingga Muntahkan Lava Air Mancur, Status Aktivitas Gunung Anak Krakatau Masih Siaga
JawaPos · 5 September 2026 pukul 11.45
Dentuman Anak Krakatau Bisa Terdengar sampai Bandung, Kok Bisa?
Detik.com · 5 September 2026 pukul 11.41