Ilmuwan Jerman dan AS Raih Nobel Kedokteran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Peter Hegemann, Georg Nagel (Jerman), dan Karl Deisseroth (AS) meraih Nobel Fisiologi atau Kedokteran atas penemuan saluran ion terkendali cahaya dan optogenetika. Metode ini menggabungkan genetika dan optik untuk mengontrol aktivitas sel saraf secara selektif dalam jaringan hidup menggunakan cahaya.
Penemuan protein Channelrhodopsin oleh Hegemann dan Nagel menjadi dasar yang kemudian dikembangkan Deisseroth melalui transfer gen ke sel saraf tikus. Ketiga ilmuwan berbagi hadiah uang sebesar 12 juta krona Swedia (sekitar Rp21,5 miliar), yang nilainya baru saja dinaikkan untuk memperingati 125 tahun Penghargaan Nobel.
Bagikan
Berita terkait
Tak Harus 8 Jam, Ini Durasi Tidur Paling Sehat Menurut Sains Terbaru
Media Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 15.56
Menko PMK Jamin Perawatan Kesehatan WNI yang Sempat Disandera Perompak Somalia
Detik.com · 6 Oktober 2026 pukul 21.42
Lahan KEK Digital Bintan Habis Dipesan, Airlangga: Indonesia Jadi Magnet Data Center
JawaPos · 6 Oktober 2026 pukul 20.46
Prabowo Sebut Nilai Hutan yang Diselamatkan Hampir Rp400 Triliun: Sekolah hingga Puskesmas Bisa Diperbaiki
Warta Ekonomi · 6 Oktober 2026 pukul 20.32